Tahun Baru, Polda Metro Jaya Sebar 20.000 Personel ke 15 Lokasi

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lebih dari 1000 Polisi gabungan menghadiri Apel pengamanan malam tahun baru di Polda Metro Jaya, Jakarta, 31 Desember 2016. TEMPO/Ilham Fikri.

    Lebih dari 1000 Polisi gabungan menghadiri Apel pengamanan malam tahun baru di Polda Metro Jaya, Jakarta, 31 Desember 2016. TEMPO/Ilham Fikri.

    TEMPO.CO, Jakarta -Kepala Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya Inspektur Jenderal Idham Azis mengerahkan sekitar 20 ribu personel untuk mengamankan perayaan malam Tahun Baru 2019 nanti.

    "Pasukan akan disebar untuk menjaga 15 titik keramaian di mana banyak masyarakat merayakan pergantian tahun," kata Idham di Polda Metro Jaya, Jumat, 28 Desember 2018.

    Baca : Dinas LH Gandeng Pramuka dan Pedagang Jaga Kebresihan Malam Tahun Baru

    Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono mengatakan pengamanan khusus akan digelar di tempat-tempat seperti pusat perbelanjaan, tempat ibadah, tempat rekreasi.

    "Pengamanan juga akan diterapkan di terminal bus, lapangan udara, serta pelabuhan," tutur Argo.

    Polda Metro Jaya juga menyediakan seratusan kantong-kantong pengamanan libur Natal dan Tahun Bar. Bila dijumlahkan, total pos pengamanan di seluruh Ibu Kota mencapai 150 yang bersiaga sepanjang 24 jam. Adapun seluruhnya tersebar di titik-titik keramaian.

    Pengamanan malam tahun baru merupakan bagian dari Operasi Lilin Jaya 2018 yang digelar mulai 21 Desember 2018-1 Januari 2019. Secara nasional, Kepolisian Republik Indonesia mengerahkan 94.946 personel untuk pengamanan perayaan tahun baru.

    Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo sebelumnya merinci 13 Polda yang masuk prioritas satu, yaitu Polda Sumatera Utara, Polda Lampung, Polda Banten, Polda Metro Jaya, Polda Jawa Barat, Polda Jawa Tengah, Polda DI Yogyakarta, Polda Jawa Timur, Polda Bali, Polda Nusa Tenggara Timur, Polda Sulawesi Utara, Polda Maluku dan Polda Papua.

    Menurut Dedi, 13 daerah tersebut menjadi prioritas karena jumlah umat Kristiani dan jumlah gereja cukup banyak sehingga membutuhkan kekuatan personel keamanan yang tak sedikit.

    Simak juga :
    Malam Tahun Baru, Tangerang Imbau Warganya Tak Foya-foya

    Selain itu, polisi menganalisa mengenai arus lalu lintas mudik saat perayaan tahun baru. "Nah itu kami antisipasi jalur mudik Jakarta sampai ke arah Jatim. Demikian juga Jakarta ke arah Sumatera," kata dia.

    Adapun Bali, kata Dedi, menjadi prioritas lantaran banyaknya wisatawan baik lokal maupun mancanegara yang akan merayakan malam Tahun Baru 2019. Selain pengamanan dan lalu lintas, Polri memfokuskan pada antisipasi terorisme. Polri juga telah memetakan titik-titik rawan gangguan Kamtibmas selama perayaan tahun baru.

    ADAM PRIREZA | ANDITA RAHMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hati-hati, Ada 5 Tempat Rawan Penularan Virus Corona di Kantor

    Penelitian mengumpulkan daftar lima titik risiko penyebaran Covid-19 di kantor. Sejumlah titik penularan virus corona sering kita abaikan.