Sidang Vonis Ahmad Dhani Dijaga Puluhan Personel Polisi

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gestur terdakwa musisi Ahmad Dhani saat mendengarkan kuasa hukumnya membacakan duplik dalam persidangan lanjutan dugaan ujaran kebencian di Pengadilan Jakarta Selatan, 14 Januari 2019. Ia terlihat menunduk saat kuasa hukumnya membacakan duplik. TEMPO/Nurdiansah

    Gestur terdakwa musisi Ahmad Dhani saat mendengarkan kuasa hukumnya membacakan duplik dalam persidangan lanjutan dugaan ujaran kebencian di Pengadilan Jakarta Selatan, 14 Januari 2019. Ia terlihat menunduk saat kuasa hukumnya membacakan duplik. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Polisi mengerahkan personel ekstra untuk mengawal sidang vonis dengan terdakwa Ahmad Dhani Prasetyo di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan hari ini.

    Kepala Kepolisian Sektor Pasar Minggu Komisaris Prayitno mengatakan sidang Ahmad Dhani bakal dijaga sebanyak 98 personel gabungan dari polsek, Kepolisian Resor Jakarta Selatan dan Kepolisian Daerah Metro Jaya. "Untuk personel yang berjaga ada di dalam dan luar ruang sidang," kata Prayitno melalui pesan singkatnya, Senin, 28 Januari 2019.

    Baca: Vonis Ahmad Dhani Setelah Ahok Bebas, Ini Perjalanan Sidangnya

    Ia menuturkan pengamanan sudah sesuai standar operasional prosedur. Prayitno berharap sidang bisa berjalan lancar.

    Selain itu, polisi telah mengantisipasi jika ada massa pendukung Ahmad Dhani yang datang ke PN Jakarta Selatan. "Silahkan datang. Kami akan jaga sesuai SOP yang berlaku," kata Prayitno.

    Ahmad Dhani menjadi tersangka karena laporan Jack Lapian, pendukung Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dalam Pilkada DKI 2017. Jack melaporkan Dhani ke polisi pada Kamis, 9 Maret 2017.

    Baca: Pengacara Berharap Ahmad Dhani Divonis Bebas

    Jack melaporkan tiga cuit musikus tersebut di akun Twitter-nya. Ketiga unggahan status di media sosial Dhani tersebut dianggap mengandung unsur ujaran kebencian. Adapun cuit Ahmad Dhani yang dimaksud, yakni yang berbunyi "Yang menistakan agama si Ahok...yang diadili KH Ma'ruf Amin..."

    Lalu cuit kedua berbunyi "siapa saja dukung penista agama adalah bajingan yang perlu diludahi mukanya-ADP." Dan twit terakhir berbunyi "kalimat sila pertama KETUHANAN YME, PENISTA Agama jadi Gubernur...kalian WARAS??? - ADP."

    Pendiri BTP Network, Jack Lapian optimistis terdakwa kasus ujaran kebencian Ahmad Dhani bakal divonis sesuai tuntutan jaksa selama 2 tahun. "Bahkan bisa lebih vonisnya oleh majelis hakim hari ini di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan," kata Jack melalui keterangan tertulis, Senin, 28 Januari 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.