Penanganan Jalan Rusak Jakarta, Netizen dan Pejabat Sama Mengeluh

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengendara melintasi genangan air di kawasan Gunung Sahari, Jakarta, 6 Februari 2018. Buruknya drainase jalan tersebut mengakibatkan genangan air menutupi hampir seluruh ruas jalan tersebut. TEMPO/Ilham Fikri

    Pengendara melintasi genangan air di kawasan Gunung Sahari, Jakarta, 6 Februari 2018. Buruknya drainase jalan tersebut mengakibatkan genangan air menutupi hampir seluruh ruas jalan tersebut. TEMPO/Ilham Fikri

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Suku Dinas Bina Marga Jakarta Pusat Sukowibowo mengatakan kewalahan menangani jalan rusak di wilayahnya. Sebabnya, Badan Pelayanan Pengadaan Barang dan Jasa (BPPBJ) tak kunjung menunjuk kontraktor untuk perbaikan jalan-jalan tersebut.

    Baca berita sebelumnya:
    Jalan Rusak di #JakartaZamanNow, Ini Jawab Anak Buah Anies  

    Sukowibowo mengatakan sudah mengajukan permohonan perbaikan jalan ke Dinas Bina Marga DKI Jakarta yang lalu diteruskan ke BPPBJ untuk melelang kontraktor. Tapi sampai ketika dihubungi Kamis 31 Januari 2019, Sukowibowo menerangkan BPPBJ belum juga menjalin kontrak dengan vendor.

    "Kami sudah usaha minta agar kontraknya cepat keluar, segera ditayangkan, lalu bisa segera kami kerjakan. Ini kami juga kewalahan," ujar Sukowibowo kepada Tempo pada Kamis, 31 Januari 2019.

    Sementara, Sukowibowo menambahkan, perbaikan jalan dilakukan dengan cara menambal di bagian-bagian yang rusak atau berlubang. Tapi itu dipercaya tidak akan tahan lama, apalagi di tengah kondisi musim hujan sekarang.

    Baca juga:
    Anies Turun Tangan, Periksa Ulang Proyek Penyebab Banjir

    Menurut Sukowibowo, jalanan yang rusak di sejumlah jalan perlu perbaikan total. "Itu ga bisa tutup lubang biasa, tapi harus permanen. Jadi harus digaruk total lalu digelar pakai hotmix," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.