Buni Yani Tolak Dieksekusi, Upaya Paksa Ditentukan Kejari Depok

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tersangka Buni Yani Tidak Ditahan

    Tersangka Buni Yani Tidak Ditahan

    TEMPO.CO, Jakarta - Kejaksaan Agung menyerahkan eksekusi Buni Yani kepada Kejaksaan Negeri Depok, termasuk opsi upaya paksa jika terpidana itu menolak panggilan.   

    Baca: Tolak Eksekusi, Buni Yani: Hari Ini Salat Jumat di Masjid Tebet

    Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Mukri membenarkan telah menjadwalkan eksekusi Buni Yani pada hari ini, Jumat, 1 Februari 2019.

    “Nanti tunggu saja perkembangan dari Kejari Depok,“ ujar Mukri kepada Tempo, Jumat pagi. 

    Menurut dia, kalau Buni Yani memenuhi panggilan kejaksaan negeri Depok maka terpidana kasus ujaran kebencian itu akan langsung dieksekusi. Terkait upaya lain jika Buni mangkir dari pemanggilan masih menunggu perkembangan. 
     
    "Untuk upaya paksa nanti Kejari Depok yang tentukan,” ujarnya.
     
    Terpidana ujaran kebencian Buni Yani dikabarkan memilih bertahan dan menunggu jawaban atas penangguhan penahanan yang diajukannya kepada kejaksaan. Peneliti dan pengajar itu bakal dieksekusi pada hari ini, setelah kasasinya ditolak Mahkamah Agung.
     
    Pengacara Buni Yani, Aldwin Rahardian, menerangkan kalau kliennya itu tidak akan lari menunggu jawaban atas permintaan penangguhan penahanan tersebut. “Buni tidak akan ke mana-mana. Dia akan salat Jumat bersama di Masjid Tebet,” ujar Aldwin saat dihubungi pada Kamis petang, 31 Januari 2019.

    Menurut Aldwin, kliennya memang dipanggil oleh Kejaksaan Negeri Depok pukul 09.00 WIB. Namun, Buni tak akan datang.

    Baca: Buni Yani Bakal Dieksekusi, Ini Perjalanan Kasusnya

    Kepala Kejaksaan Negeri Depok, Sufari belum merespon panggilan telepon maupun pesan singkat dikirimkan terkait rencana eksekusi Buni Yani. Pengadilan Negeri Bandung telah menjatuhkan vonis 1,5 tahun penjara kepada Buni karena melanggar UU ITE.   


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Riuh Penguasaan Lahan Melibatkan Kubu Jokowi dan Prabowo

    Serangan Jokowi kepada Prabowo pada Debat Pilpres putaran kedua memantik keriuhan. Jokowi menyebut lahan yang dimiliki Prabowo di Kalimantan dan Aceh.