Menjelang Imlek, Wihara Tertua di Jakarta Jual Nasi Kuning Murah

Reporter:
Editor:

Suseno

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana Wihara Kim Tek Ie alias Dharma Bakti menjelang imlek, Jalan Kemenangan III, Glodok, Jakarta Barat pada Jumat, 1 Februari 2019. TEMPO/Lani Diana

    Suasana Wihara Kim Tek Ie alias Dharma Bakti menjelang imlek, Jalan Kemenangan III, Glodok, Jakarta Barat pada Jumat, 1 Februari 2019. TEMPO/Lani Diana

    TEMPO.CO, Jakarta - Wihara Kim Tek Ie alias Dharma Bakti di Jalan Kemenangan III, Glodok, Jakarta Barat, menyediakan nasi kuning murah menjelang perayaan imlek. Setiap hari tersedia 70-75 bungkus nasi kuning seharga Rp 3 ribu untuk penduduk miskin.

    BacaImlek, 8.000 Warga Tionghoa Kunjungi Vihara Dharma Bakti

    "Boleh makan sepuasnya dengan harga Rp 3 ribu," kata Ketua Pengurus Yayasan Dharma Bakti Gunawan Djayaputra, Jumat, 1 Februari 2019. Gerai makanan murah yang berada di dalam kompleks wihara itu diberi nama Warung Podjok Halal Nasi Kuning. Gerai ini setiap hari buka pukul 11.30-12.30 WIB.

    Menurut Gunawan, harga nasi kuning itu dibeli dari pedagang di sekitar wihara seharga Rp 12 ribu per bungkus. Namun wihara bisa menjual lebih murah karena mendapat subsidi dari Yayasan. Kegiatan sosial itu dibuka mulai 16 Januari 2019. "Setelah imlek tidak ada lagi," ujar dia.

    Gerai makanan murah ini bermula pada Ramadan 2018. Pemilik Yayasan ingin membuat kegiatan sebagai bentuk kepedulian sosial. Akhirnya disepakati membuka gerai makanan murah yang diberi nama Warung Podjok Halal Nasi Kuning.

    Baca jugaDiguyur Hujan, Imlek di Petak Sembilan Semarak

    Wihara Dharma Bakti adalah kelenteng tertua di Jakarta yang dibangun pada 1650. Tahun lalu, sekitar lima ribu umat Budha berdoa di Wihara ini saat perayaan imlek. Salah satu pegawai wihara, Zhaky Sundoro Aggie, memperkirakan pada perayaan tahun ini jumlah umat datang akan lebih banyak lagi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.