Senin, 28 Mei 2018

Alasan Sandiaga Uno Izinkan Perayaan Imlek 2018 Digelar di Monas

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah warga Tionghoa menampilkan kesenian dan kebudayaan dalam parade  Festival Budaya Cap Go Meh 2017 di  jalan Suryakencana, Bogor, 11 Februari 2017. Kegiatan yang diikuti tim kesenian tradisional dari berbagai daerah di Indonesia dan Tionghoa tersebut merupakan agenda tahunan setelah 15 hari perayaan tahun baru Imlek. ANTARA/Yulius Satria Wijaya

    Sejumlah warga Tionghoa menampilkan kesenian dan kebudayaan dalam parade Festival Budaya Cap Go Meh 2017 di jalan Suryakencana, Bogor, 11 Februari 2017. Kegiatan yang diikuti tim kesenian tradisional dari berbagai daerah di Indonesia dan Tionghoa tersebut merupakan agenda tahunan setelah 15 hari perayaan tahun baru Imlek. ANTARA/Yulius Satria Wijaya

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno akan mengizinkan perayaan Tahun Baru Cina atau Imlek yang jatuh pada 16 Februari 2018 digelar di Monas. Dia juga mempersilakan perayaan hari besar agama lain digelar di Monas.

    "Malam ini diumumkan Monas akan digunakan untuk perayaan Natal pada awal Januari. Untuk Imlek juga silakan," ucapnya dalam acara Forum Kerukunan Umat Beragama di rumah dinas Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rabu, 6 Desember 2017.

    Kegiatan keagamaan pertama yang berlangsung di Monas setelah terbit Peraturan Gubernur Nomor 186 Tahun 2017 adalah perayaan Maulid Nabi Muhammad pada 30 November 2017 yang digelar Majelis Nurul Musthofa. Pada awal Januari 2018, rencananya perayaan Natal juga akan berlangsung di Monas.

    Baca: Setelah Reuni 212, Sandiaga Uno: Akan Ada Perayaan Natal di Monas

    Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menerbitkan Pergub Nomor 186 Tahun 2017 tentang perubahan Pergub Nomor 160 Tahun 2017 tentang pengelolaan kawasan Monas. Melalui aturan itu, kini Monas bisa digunakan untuk kegiatan negara, pendidikan, sosial, budaya, dan agama. Padahal sebelumnya kegiatan itu dilarang berlangsung di Monas.

    Sandiaga Uno berharap, dengan diizinkannya perayaan hari besar agama di Monas, masyarakat Jakarta dapat hidup rukun. Keberagaman, ujar Sandi, adalah hal yang patut disyukuri. "Pilkada sudah lewat. Saya yakin kita semua ingin rukun, sehingga kotanya maju, warganya bahagia," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Jenis Serangan di Seluruh Dunia, Teror Bom Masih Jadi Pilihan

    Inilah jenis-jenis teror dan korban yang jatuh di berbagai penjuru dunia sejak menara kembar WTC diserang, teror bom masih jadi pilihan pelaku teror.