Sertifikat Gratis dari Jokowi, Pak RT: Uang Lelah Rp 3 Juta

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi menyampaikan arahan kepada masyarakat penerima Sertifikat Tanah untuk Rakyat di Bangkalan, Madura, Jawa Timur, Rabu, 19 Desember 2018. Presiden menyerahkan  sertifikat secara simbolis kepada 12 orang. ANTARA/Puspa Perwitasari

    Presiden Jokowi menyampaikan arahan kepada masyarakat penerima Sertifikat Tanah untuk Rakyat di Bangkalan, Madura, Jawa Timur, Rabu, 19 Desember 2018. Presiden menyerahkan sertifikat secara simbolis kepada 12 orang. ANTARA/Puspa Perwitasari

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang warga peserta pembagian sertifikat tanah untuk rakyat oleh Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengaku dimintai uang Rp 3 juta agar sertifikat sampai di tangannya. Naneh (60), nama peserta itu, hanya bisa melihat lembaran sertifikat atas nama dirinya itu ketika Jokowi membagikan secara simbolis kepada 5.000 orang pada 23 Oktober 2018.

    Baca berita sebelumnya:
    100 Warga Grogol Utara Belum Terima Sertifikat Gratis dari Jokowi 

    Naneh mengatakan duit diserahkannya kepada seorang pengurus RW, yang juga satu ketua RT di Grogol Utara, Mastur. Selain tanpa bukti pembayaran, Naneh mengaku tidak tahu peruntukannya. "Tapi katanya nanti sertifikat saya dikasih kalau sudah bayar," katanya saat ditemui Tempo pada Sabtu lalu, 2 Februari.

    Menurut Naneh, Mastur menjanjikan sertifikat bisa diterima pada Desember lalu. Namun, hingga artikel ini ditulis, Naneh tak kunjung mengantongi surat tanah yang menjadi haknya tersebut.

    Banjir setinggi mata kaki saat Presiden Jokowi dan Gubernur Anies Baswedan membagikan sertifikat tanah di lapangan Ahmad Yani, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Selasa, 23 Oktober 2018. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    Baca berita sebelumnya:
    Ada Pungutan Rp 3 juta di Pembagian Sertifikat Gratis Jokowi

    Saat diminta konfirmasinya, Mastur membenarkan ada pungutan uang sebesar Rp 3 juta seperti yang dituturkan Naneh. Ia mengatakan peruntukannya sebagai uang lelah. "Sifatnya sukarela dari masyarakat, mau memberi boleh, tidak juga tidak apa-apa," katanya saat ditemui di rumahnya, Rabu pagi 6 Februari 2019.

    Mastur berdalih, adanya permintaan itu lumrah. Menurut dia, RW lain juga melakukannya meski nilai nominalnya tak dipatok seragam.

    Lurah Grogol Utara, Jumadi, sebelumnya telah menyangkal pernah menginstruksikan jajaran di bawahnya memungut duit apa pun dari warga. Ia mengatakan, bila ada uang keluar, itu berarti warga sendiri yang mau memberi upah lelah kepada perangkat.

    Baca juga: 
    Hujan, Pembagian Sertifikat Tanah Jokowi dan Anies Kebanjiran

    "Enggak ada itu patokan Rp 3 juta," kata Jumadi melalui telepon pada Rabu pagi. Dia juga sebelumnya menerangkan masih ada sekitar 100 warganya peserta pembagian sertifikat tanah rakyat oleh Presiden Jokowi pada 23 Oktober 2018 yang belum menerima sertifikat di tangan. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Beda Kerusuhan Mei 2019 dengan Kengerian di Ibu Kota 1998

    Kerusuhan di Jakarta pada bulan Mei terjadi lagi, namun kejadian di 2019 berbeda dengan 1998. Simak kengerian di ibu kota pada akhir Orde Baru itu.