Kapal Logistik Pemilu KPU Kepulauan Seribu Dihadang Hujan Badai

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas memasukkan logistik Pemilu ke dalam perahu untuk dikirim ke Kecamatan Batubual di dermaga Pelabuhan Kecil Namlea, Pulau Buru, Maluku, Senin 15 April 2019. KPU Pulau Buru mendistribusikan logistik Pemilu menggunakan jalur laut karena belum adanya akses jalan darat menuju kecamatan yang memiliki 6.860 DPT itu. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

    Petugas memasukkan logistik Pemilu ke dalam perahu untuk dikirim ke Kecamatan Batubual di dermaga Pelabuhan Kecil Namlea, Pulau Buru, Maluku, Senin 15 April 2019. KPU Pulau Buru mendistribusikan logistik Pemilu menggunakan jalur laut karena belum adanya akses jalan darat menuju kecamatan yang memiliki 6.860 DPT itu. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

    TEMPO.CO, Jakarta - Kapal Motor (KM) Makmur Jaya 11 Ekspress yang mengangkut logistik Pemilu dari Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, dihadang hujan badai, Senin malam. Cuaca buruk itu terjadi di sekitar Pulau Kelapa.

    Baca: 682 Kotak Suara Pemilu 2019 Rusak Terendam Banjir di Bogor

    "Kapal itu kembali lagi ke Pulau Pramuka dan melanjutkan distribusi logistik setelah kondisi cuaca mendukung," kata pelaksana tugas Sekretaris KPU Kabupaten Kepulauan Seribu, Charly Siadari di Pulau Pramuka, Senin malam 15 April 2019.

    KM Makmur Jaya 11 Ekspress mengangkut logistik untuk 42 TPS di Kecamatan Kepulauan Seribu Utara. Logistik pemilu itu akan didistribusikan ke Kelurahan Pulau Panggang, Pulau Kelapa dan Pulau Harapan.

    Charly menjelaskan, KM Makmur Jaya 11 Ekspress berangkat dari Pulau Pramuka, Senin siang dan singgah di sejumlah pulau untuk menurunkan logistik pemilu.

    "Rute terakhir di Pelabuhan Marina Ancol untuk 11 TPS berbasis DPTb yang akan disitribusikan ke wilayah pertambangan minyak milik Pertamina,” ujar Charly.

    Karena terhalang hujan badai, logistik Pemilu untuk 11 TPS itu ditunda penyalurannya.

    KM Makmur Jaya kembali ke Pulau Pramuka bersama 20-an petugas KPPS.

    KPU Kepulauan Seribu mencatat daftar pemilih tetap hasil perbaikan tahap 3 (DPTHP-3) sebanyak 19.013 pemilih tersebar di 70 TPS. Daftar pemilih tambahan (DPTb) sebanyak 1.832 pemilih tersebar di 11 TPS berbasis DPTb.

    Bupati Kepulauan Seribu Husein Murad mengatakan jarak tempuh antar pulau turut mempengaruhi proses distribusi logistik Pemilu 2019 di wilayah kerjanya. "Karena wilayahnya kepulauan sehingga dibutuhkan strategi untuk mendistribusikan logistik," kata Husein.

    Baca: Kapolda Metro Jaya Imbau Masyarakat Tak Jadi Provokator Pemilu

    Husen menjelaskan dengan letak geografis pulau-pulau, transportasi laut menjadi kunci utama penyaluran logistik pemilu di Kepulauan Seribu. Menurut Husein, distribusi itu dipengaruhi cuaca seperti hujan dan kondisi ombak lautan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Harley Davidson dan Brompton dalam Daftar 5 Noda Garuda Indonesia

    Garuda Indonesia tercoreng berbagai noda, dari masalah tata kelola hingga pelanggaran hukum. Erick Thohir diharapkan akan membenahi kekacauan ini.