Ramadan, Satpol PP Tangerang Awasi Jam Buka Rumah Makan

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah petugas Satpol PP merazia tempat hiburan malam di jalan Tunjungan, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (22/7). Razia dilakukan terhadap tempat hiburan malam yang menyalahi aturan jam operasi selama bulan Ramadan. TEMPO/Fully Syafi

    Sejumlah petugas Satpol PP merazia tempat hiburan malam di jalan Tunjungan, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (22/7). Razia dilakukan terhadap tempat hiburan malam yang menyalahi aturan jam operasi selama bulan Ramadan. TEMPO/Fully Syafi

    TEMPO.CO, Tangerang - Satuan Polisi Pamong Praja atau Satpol PP Kota Tangerang meningkatkan pengawasan terhadap rumah makan dan tempat hiburan terkait pembatasan jam operasional selama Ramadan.

    Kepala Satpol PP Kota Tangerang Mumung Nurwana mengatakan pengawasan dilakukan dengan cara patroli yang dilakukan petugas di tingkat kota dan kecamatan. "Tindakan tegas akan kami berikan kepada pihak yang melanggar sebab ini semua sudah menjadi aturan yang harus dijalani terutama di bulan Ramadan ini," kata dia, Selasa, 7 Mei 2019.

    Baca: Ramadan, Restoran di Tangerang Baru Boleh Buka jam 15.00

    Menurut Mumung, pengawasan terhadap rumah makan ini akan dilaksanakan setiap waktu demi menjaga ketertiban dan tak mengganggu yang sedang menjalankan ibadah puasa.

    Selain melakukan pengawasan, kata Mumung, Satpol PP merespons setiap laporan yang masuk, baik melalui sistem aplikasi LAKSA maupun laporan langsung kepada anggota di lapangan.

    Pemerintah Kota Tangerang telah mengeluarkan peraturan mengenai jam operasional rumah makan dan tempat hiburan selama Ramadan dalam Surat Edaran Nomor 451/1437/Disbudpar tertanggal 2 Mei 2019 tersebut dan berisi tiga poin.

    Adapun ketiga poin tersebut adalah bagi rumah makan dan sejenisnya, jam mulai buka pukul 15.00 WIB dan tidak membuka usahanya secara terbuka atau menggunakan tirai.

    Bagi jasa hiburan umum seperti singing hall, karaoke, sauna, SPA, massage dan billiard, wajib menutup segala aktivitasnya sehari sebelum hari pertama bulan Ramadan, yaitu 5 Mei 2019 dan dapat buka kembali H+3 setelah Hari Raya Idul Fitri 1440 H. Ketentuan ini harus dipatuhi oleh para pengusaha rumah makan dan jasa hiburan umum.

    Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah mengingatkan apabila para pengusaha rumah makan atau jasa hiburan tidak mematuhi peraturan tersebut saat Ramadan, maka tempat usahanya akan ditutup. "Surat edaran ini dibuat untuk menjaga nilai toleransi antar umat beragama dan telah disosialisasikan kepada pihak terkait," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Rencana Pendapatan dari Pajak 2019 BPRD DKI Jakarta

    Badan Pajak dan Retribusi Daerah DKI Jakarta menetapkan target pendapatan dari pajak sebesar Rp 44,18 triliun pada 2019. Berikut rincian target BPRD.