Pembunuhan Sadistis, Polisi Sita Pisau dan Sandal Jepit di Lokasi

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pembunuhan. FOX2now.com

    Ilustrasi pembunuhan. FOX2now.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Polisi menyita sejumlah barang bukti yang ditemukan di lokasi pembunuhan sadistis di kawasan Tangerang, Banten. "Kami temukan dua bilah pisau dan sandal jepit yang diduga milik pelaku," kata Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Kepolisian Resor Metro Tangerang, Ajun Komisaris Besar Dicky Ario, saat dihubungi, Senin, 3 Juni 2019.

    Baca: Dugaan Pembunuhan Sadistis di Tangerang, Polisi Periksa Tetangga

    Pembunuhan itu terjadi di Kavling Deplu Adam Malik Jalan Manggala nomor 154 RT7 RW7 Kelurahan Cipaduraya, Kecamatan Larangan, Tangerang. Dua orang tewas dan satu korban kritis dalam peristiwa yang terjadi pada Ahad dinihari, 2 Juni 2019.

    Dua orang yang tewas adalah Ferhansyah Akbar, 16 tahun dan Richard Sephor (27). Sedangkan, Taslimah (40), pemilik rumah, kritis dan dirawat di Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta Selatan.

    Dicky menuturkan Ferhansyah, korban tewas, adalah anak Taslimah. Sedangkan, Richard diduga pelaku yang tewas karena korban melawan. "Kami masih menyelidiki kasus ini apakah murni perampokan atau ada indikasi lain."

    Selain itu, polisi juga masih mencari tahu kronologi sebenarnya dalam kasus ini. Sebab, saat ini saksi yang selamat, yakni Taslimah masih belum bisa digali keterangan. "Korban sempat kritis karena mendapatkan luka tusukan yang cukup parah di bagian perut," ujarnya.

    Sedangkan, Farhansyah tewas karena mendapatkan luka tusuk di pinggang sebelah kiri hingga tembus ke perut depan. Adapun, Richard mendapatkan luka terbuka di dada kiri dengan pisau masih menancap.

    Baca: Dugaan Pembunuhan Sadistis, Korban Disebut Sudah Diikuti Pelaku

    Richard juga mendapatkan luka terbuka pada leher, telinga atas bagian kiri terdapat luka sayat dan pinggang serta perutnya terdapat luka terbuka. Dicky menyatakan polisi masih menyelidiki dugaan pembunuhan ini. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.