Kemacetan Parah di Jalan Kemang, Dampak Revitalisasi Trotoar

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja tengah menyelesaikan proyek revitalisasi trotoar di kawasan Kemang, Jakarta, Rabu, 10 Juli 2019. Revitalisasi trotoar Kemang ditargetkan akan selesai pada November 2019. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Pekerja tengah menyelesaikan proyek revitalisasi trotoar di kawasan Kemang, Jakarta, Rabu, 10 Juli 2019. Revitalisasi trotoar Kemang ditargetkan akan selesai pada November 2019. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Revitalisasi trotoar di Jalan Kemang Raya, Jakarta Selatan, selama sepekan terakhir, menyebabkan kemacetan parah. Pekerjaan saat ini baru pada tahap pembongkaran trotoar lama, dari simpang Kemang Selatan VIII hingga simpang Jalan Benda. Pembongkaran dilakukan secara serentak pada dua sisi jalan.

    Baca: Begini Warga Keluhkan Proyek Revitalisasi Trotoar di Cikini Raya

     “Jalan sudah sempit, sekarang ada pembangunan makin tambah sempit dan macet parah,” kata Ahmad, sekitar 40 tahun, juru parkir di salah satu restoran cepat saji di Kemang Raya, akhir pekan lalu.

    Kendaraan yang melewati lokasi pengerjaan trotoar terpaksa bergiliran. Sebab, badan jalan menyempit dan hanya bisa dilalui satu mobil.

    Dudi, 30 tahun, pekerja proyek trotoar, mengatakan para pekerja mendapat instruksi untuk bekerja cepat menyelesaikan pembongkaran trotoar. Karena itu, dia dan teman-temannya bekerja secara bergiliran siang dan malam. “Yang dibongkar sudah ditentukan, kami hanya mengikuti instruksi,” katanya.

    Setelah trotoar lama dibongkar, kata Dudi, pekerjaan dilanjutkan dengan meratakan lahan dan pengecoran. Setelah itu, baru dilanjutkan membentuk trotoar sesuai dengan desain trotoar baru.

    Salah satu mandor proyek yang enggan menyebutkan identitas juga menolak menjelaskan detail perkembangan revitalisasi trotoar Kemang. Dia juga mengklaim tak mengetahui detail kebijakan Pemerintah Provinsi DKI untuk mencegah kemacetan di Jalan Kemang Raya. “Tanya ke kantor pusat saja. Saya hanya menjalankan tugas,” kata dia.

    Kepala Dinas Bina Marga Pemprov DKI Jakarta, Hari Nugroho, membantah pembangunan trotoar baru di Kemang menggunakan dasar atau fondasi beton. Namun dia tidak menjelaskan secara detail bagaimana rancangan trotoar baru tersebut.

    Baca: Revitalisasi Trotoar Cikini - Kramat, DKI Anggarkan Rp 75 Miliar 

    Hari menegaskan, revitalisasi trotoar di Kemang tetap mengikuti grand design yang sudah direncanakan. Trotoar baru nanti akan lebih lebar dan ramah bagi pejalan kaki. “Intinya, sesuai dengan desain yang sudah disampaikan,” kata Hari.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Pemberantasan Rasuah Indonesia di Hari Antikorupsi Sedunia

    Wajah Indonesia dalam upaya pemberantasan rasuah membaik saat Hari Antikorupsi Sedunia 2019. Inilah gelap terang Indeks Persepsi Korupsi di tanah air.