Sopir Ojol Ditahan Kasus 22 Mei, Keluarga Ajukan Penangguhan

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Situasi Musala Al Huda dan lahan kosong milik Smart Services Parking di Kampung Bali, Jakarta Pusat, Jumat, 24 Mei 2019. TEMPO/M Yusuf Manurung.

    Situasi Musala Al Huda dan lahan kosong milik Smart Services Parking di Kampung Bali, Jakarta Pusat, Jumat, 24 Mei 2019. TEMPO/M Yusuf Manurung.

    TEMPO.CO, Jakarta - Keluarga Aria Rahardian alias Iyo berharap polisi bisa membebaskan sopir ojek online atau ojol yang ditahan di Rumah Tahanan Kepolisian Daerah Metro Jaya. Iyo ditahan setelah anggota Brimob melakukan penyisiran di Kampung Bali, Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada 23 Mei 2019.

    "Kami juga akan mengajukan penahanan. Kami harap nanti bisa dibebaskan," kata kerabat yang tidak mau namanya disebutkan saat ditemui di kawasan Tanah Abang, Selasa, 16 Juli 2019.

    Selain Iyo, kata dia, ada banyak warga lainnya yang masih ditahan di Rutan Polda karena dituduh berbuat rusuh pada kerusuhan yang terjadi pada 21-22 Mei sekitar gedung Badan Pengawas Pemilu di Jalan M.H. Thamrin.

    Ia menuturkan keluarga pernah menemui Iyo satu kali selama menjalani masa penahanan pada hari kedua Lebaran. Kondisi Iyo yang sempat mengalami luka parah mulai membaik. "Tapi masih terlihat lukanya yang sudah mulai mengering," kata dia.

    Menurut teman sesama pengemudi ojek online, Iyo merupakan korban salah tangkap anggota Brimob di Kampung Bali. Saat itu, puluhan anggota Brimob menyisir sejumlah gang di Kampung Bali dan menemukan Iyo.

    Iyo ditangkap di dekat pangkalan ojek online karena dia tidur di sana. "Dia ditangkap karena dianggap ngumpet. Siapa orang yang tidak takut pas Brimob melakukan swiping," ujarnya. "Padahal dia tidur di pangkalan ojek online itu."

    Lembaga Komnas HAM dan Amnesty International Indonesia belum lama ini menyatakan apa yang terjadi di Kampung Bali adalah pelanggaran HAM. Polri menanggapinya dengan mengumumkan telah memberi sanksi terhadap beberapa anggota Brimob pelaku pengeroyokan di Kampung Bali.

    Hanya selama ini pemberitaan lebih menyorot korban Markus Ali, atau yang diaku polisi Andri Bibir, yang videonya viral. Sejumlah warga Kampung Bali mengakui Brimob salah tangkap beberapa pemuda di kampung itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.