Kualitas Udara Jakarta Buruk, Anies Sedang Siapkan Solusi Lengkap

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Stasiun Pemantau Kualitas Udara (SPKU)    Dinas Lingkungan Hidup Pemerintahan DKI JAKARTA yang berada di Bundaran HI menunjukan kualitas udara dalam kategori sedang pada Sabtu siang 6 Juli 2019. Tempo/Taufiq Siddiq

    Stasiun Pemantau Kualitas Udara (SPKU) Dinas Lingkungan Hidup Pemerintahan DKI JAKARTA yang berada di Bundaran HI menunjukan kualitas udara dalam kategori sedang pada Sabtu siang 6 Juli 2019. Tempo/Taufiq Siddiq

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, pemerintah DKI sedang menyusun langkah-langkah untuk mengatasi buruknya kualitas udara Jakarta. Anies tak mau membeberkan rencana tersebut sebelum pembahasan rampung.

    "Kita sedang menyiapkan, nanti saya umumkan sesudah lengkap," kata Anies di rumah dinas gubernur, Jalan Taman Suropati, Jakarta Pusat, Rabu, 31 Juli 2019.

    Anies mengakui udara Jakarta telah dicemari polusi. Menurut dia, Dinas Lingkungan Hidup DKI memiliki riset penyebab polusi tersebut. Data ini bakal diumumkan bersamaan dengan cara pemerintah DKI membuat udara Ibu Kota bersih.

    Dalam riset itu, Anies melanjutkan, salah satunya memuat penjelasan ihwal buruknya kualitas udara akibat aktivitas kendaraan berat yang menumpuk di jalan tol lingkar luar Jakarta atau Jakarta Outer Ring Road (tol JORR). Dia sebelumnya curiga kepadatan kendaraan di tol JORR berkontribusi terhadap pencemaran udara.

    Untuk mengatasi polusi, Anies menyinggung, opsi sistem ganjil-genap juga masuk dalam perencanaan. Dia tak mendetail seperti apa rekayasa lalu lintas itu akan diterapkan. "Itu juga salah satu yang akan difinalisasi," ucap dia.

    Kualitas udara Jakarta kembali menjadi terburuk atau tidak sehat se-dunia pada Senin pagi, 29 Juli 2019. Berdasarkan data Air Visual, situs penyedia data kualitas udara, indeks kualitas udara Jakarta ada di angka 188 yang berarti tidak sehat. Sebelumnya, AirVisual pada 26 Juni lalu mencatat indeks kualitas Jakarta di angka 206 yang artinya sangat tidak sehat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Intoleransi di Bantul dan DIY Yogyakarta dalam 2014 hingga 2019

    Hasil liputan Tempo di DIY Yogyakarta, serangan terhadap keberagaman paling banyak terjadi di Bantul sepanjang 2014 sampai 2019.