Menteri Agraria Hibahkan 30 Hektare Lahan Terlantar untuk IPB

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Proses pembuatan formasi yang dilakukan oleh 3.456 Mahasiswa Baru dalam Masa Pengenalan Kampus Mahasiswa Baru 2018 di lapangan Gymnasium IPB Kampus Dramaga, Bogor, Jawa Barat, Sabtu 18 Agustus 2018. Tempo/ADE RIDWAN

    Proses pembuatan formasi yang dilakukan oleh 3.456 Mahasiswa Baru dalam Masa Pengenalan Kampus Mahasiswa Baru 2018 di lapangan Gymnasium IPB Kampus Dramaga, Bogor, Jawa Barat, Sabtu 18 Agustus 2018. Tempo/ADE RIDWAN

    TEMPO.CO, Bogor - Kementerian Agraria dan Tata Ruang / Badan Pertanahan Nasional memberikan memberikan hibah tanah dengan luas 30 hektare kepada Institut Pertanian Bogor atau IPB untuk kebutuhan pendidikan, penelitian dan pengembangan inovasi dalam ilmu pengetahuan.

    "Pengurusan secara resmi hibah tanah seluas 30 hektare masih dilakukan dan sesuai dengan amanat perundang-undangan," kata Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil, Kamis, 15 Agustus 2019. Ia menyebut pemberian hibah itu sebagai bentuk pelaksanaan kerja kementeriannya di bidang agraria.

    Sofyan mengatakan tanah yang dihibahkan kepada IPB merupakan tanah yang sudah lama ditelantarkan yang diambil oleh negara. "Tanah ini sangat luas yang sudah menjadi lahan yang ditelantarkan, ini sebagian sudah diberikan pada masyarakat sekitar dan sebagian lagi kita berikan untuk IPB," kata dia.

    Menurut Sofyan, dalam penandatangan MoU atau nota kesepahaman antara Kementerian ATR dan BPN dengan IPB University, penggunaan tanah itu untuk pendidikan dan pengembangan inovasi pertanian dan kehutanan dalam jangka waktu lima tahun. "Akan tetapi kedepanya lahan milik negara ini menjadi aset milik Instut Pertanian Bogor," kata dia.

    Sementara itu, Rektor IPB Arief Satria mengatakan civitas IPB merasa bangga dan berterimakasih telah dipercaya oleh pemerintah untuk mengembangkan pendidikan, "Lahan dengan luas 30 hektar yang diberikan Kementrian ATR dan BPN ini nantinya akan menjadi aset IPB untuk pendidikan," ujarnya.

    Arief mengatakan lahan terlantar itu rencananya akan dijadikan sebagai labolatorium lapangan untuk Fakultas Kehutanan. "Lahan itu semuanya akan kita jadikan sebagai laboratorium kehutanan IPB, yang dapat menunjang pendidikan," kata dia.

    Menurut Arief, hibah tanah dengan luas 30 hektar itu diharapkan menjadi penunjang dan motivasi IPB untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan menjadi perguruan tinggi top di dunia. "Saat ini IPB University atau Institut Pertanian Bogor (IPB) masuk jajaran kampus top 100 dunia berdasarkan QS World University Ranking by Subject tahun 2019, "kata dia.

    QS World University Ranking adalah sistem perangkingan universitas dunia yang menjadi rujukan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi. Bahkan IPB University tetap konsisten empat tahun berturut-turut di posisi top 100 dunia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.