Korban Angin Puting Beliung di Depok Masih Kekurangan Bantuan

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Personel TNI-Polri membantu memperbaiki rumah warga yang terdampak angin puting beliung di Desa Randegan, Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis, 14 Februari 2019. Puluhan rumah di wilayah tersebut mengalami kerusakan akibat diterjang angin puting beliung. ANTARA/Umarul Faruq

    Personel TNI-Polri membantu memperbaiki rumah warga yang terdampak angin puting beliung di Desa Randegan, Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis, 14 Februari 2019. Puluhan rumah di wilayah tersebut mengalami kerusakan akibat diterjang angin puting beliung. ANTARA/Umarul Faruq

    TEMPO.CO, Depok – Korban terjangan angin puting beliung di RT02/RW12, Kelurahan Bojong Pondok Terong, Kecamatan Cipayung, Kota Depok yang terjadi pada Kamis kemarin, 15 Agustus 2019 masih kekurangan bantuan. Masih banyak warga yang kediamannya tak memiliki atap karena terbawa terbang angin. 

    Ketua Forum Komunikasi Kecamatan Sehat (FKKS) Kecamatan Cipayung, Rohimin (48) mengatakan, ada sedikitnya 21 rumah yang mengalami kerusakan akibat hembusan angin puting beliung tersebut. Dia juga menyatakan bahwa saat ini pihaknya masih mengusahakan bantuan dari para pihak utamanya dari Pemerintah Kota Depok.

    “Enam unit rumah rusak berat, 15 rumah rusak ringan. Alhamdulillah sudah ada 7 terpal bantuan dari Tagana, meski masih kurang, kemudian logistik juga sudah mulai berdatangan,” kata Rohimin. 

    Pantauan Tempo, pemukiman yang persis berada di belakan Stasiun Citayam tersebut terlihat porak poranda akibat hembusan angin tersebut. Bukan hanya genteng, beberapa spanduk dan kanopi rumah warga rusak.

    Salah satu warga terdampak, Ruslan (45) mengatakan, angin puting beliung menerjang rumahnya pada Kamis 15 Agustus 2019 sekitar pukul 17.00.

    “Awalnya sekitar pukul 15.30 turun hujan, sekitar pukul 17.00 tiba-tiba ada angin kenceng,” kata Ruslan ditemui Tempo, Jumat 16 Agustus 2019.

    Ruslan mengaku, hembusan angin tersebut tidak berlangsung lama, namun, hampir seluruh bagian atap rumahnya hilang terbawa angin. Hingga terpaksa dirinya bersama keempat anaknya dan istrinya mengungsi ke rumah keluarga terdekatnya.

    “Kenceng sekali suaranya, saya ngeliat jelas bagaimana atap saya berterbangan,” kata Ruslan.

    Bukan hanya Ruslan, warga lainnya, Ina (27) pun juga merasakan hal yang sama. Namun, kerusakan rumah Ina hanya pada bagian depan.

    “Asbesnya pada terbangan, anginnya mah sebentar kurang dari lima menit,” kata Ina.

    Kejadian ini merupakan kedua kalinya angin puting beliung melanda kawasan Depok dalam tahun 2019. Pada April lalu, 58 rumah di kawasan Cilodong, Sukmajaya juga mengalami kerusakan karena fenomena alam tersebut. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tujuh Poin Revisi UU KPK yang Disahkan DPR

    Tempo mencatat tujuh poin yang disepakati dalam rapat Revisi Undang-undang Nomor 30 tahun 2002 atau Revisi UU KPK pada 17 September 2019.