Polusi Akibat Industri Arang, Kepsek SDN Cilincing Bicara Filter

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para siswa SMK tengah melakukan proses pemasangan exhaust fan, filter, dan akuarium di SDN Cilincing 07 Pagi pada Jumat, 20 September 2019. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    Para siswa SMK tengah melakukan proses pemasangan exhaust fan, filter, dan akuarium di SDN Cilincing 07 Pagi pada Jumat, 20 September 2019. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta -Kepala Sekolah Dasar Negeri 07 Cilincing, Jakarta Utara, Juhaedin mengatakan pemasangan filter dakron dan exhaust fan di ventilasi kelas, terkait upaya mengatasi polusi industri arang, merupakan ide Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

    Berdasarkan penjelasan yang Juhaedin terima dari Dinas Pendidikan, konsep filter udara itu Anies dapatkan saat masih menjabat Menteri Pendidikan.

    "Jadi Pak Anies waktu itu pernah membuat yang serupa di sekolahan yang ada di Riau, untuk mencegah asap kebakaran hutan masuk kelas," ujar Juhaedin saat ditemui di kantornya, Jumat, 20 September 2019.

    Ia melanjutkan, respon Pemprov DKI dalam membuat filter ini terbilang cepat usai viralnya kasus guru yang sesak napas akut akibat asap industri di sekitar sekolah tersebut. Juhaedin menuturkan berita tersebut viral pada Senin pagi dan segera mendapat respon dari Anies pada Senin sore berupa intruksi pemasangan filter dan kipas. 

    Para siswa SMK tengah melakukan proses pemasangan exhaust fan, filter, dan akuarium di SDN Cilincing 07 Pagi pada Jumat, 20 September 2019. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    "Langsung besoknya (Selasa) mulai ada pemasangan filter dan kipas yang bekerja sama dengan SMK," ujar dia.

    Lebih lanjut, Juhaedin menjelaskan sampai saat ini filter ala Anies itu belum dapat dirasakan manfaatnya karena masih dalam proses pemasangan di 7 kelas. Ia menargetkan pemasangan filter baru akan selesai pada Senin pekan depan.

    Sebelumnya, kabar seorang guru kelas V di sekolah tersebut yang bernama Saefudin viral. Guru yang telah mengajar sejak tahun 2002 itu mengalami sesak napas akut hingga pernah pingsan beberapa kali saat mengajar. Saat diperiksa ke dokter, Saefudin divonis terkena pneumonia akut.

    "Paru-parunya bolong, padahal dia ga merokok," ujar Juhaedin, yang merupakan atasan Saefudin di sekolah.

    Penyakit yang diderita Saefullah itu diduga karena terlalu banyak menghirup asap sisa pembakaran industri arang dan aluminium. Pabrik pemekaran itu memang terletak tak jauh dari sekolah dan asapnya mengotori udara di sekitarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.