RS Polri Otopsi Korban Tewas Pasca Demo Siswa STM, Hasilnya?

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para pelajar terdiri dari siswa sekolah menengah atas dan pertama yang ikut-ikutan berdemonstrasi ke DPR RI terkait RUU KUHP dan revisi UU KPK, Rabu 25 September 2019. Sebelum demonstrasi ini, beredar poster bertajuk Pergerakan STM Se-Jabodetabek di media sosial. Tempo/M. Julnis Firmansyah

    Para pelajar terdiri dari siswa sekolah menengah atas dan pertama yang ikut-ikutan berdemonstrasi ke DPR RI terkait RUU KUHP dan revisi UU KPK, Rabu 25 September 2019. Sebelum demonstrasi ini, beredar poster bertajuk Pergerakan STM Se-Jabodetabek di media sosial. Tempo/M. Julnis Firmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta -Rumah Sakit Polri Kramatjati membenarkan ada satu orang tewas dalam kerusuhan yang terjadi pada Rabu malam, 25 September 2019 pasca demonstrasi siswa STM.

    Kepala Instalasi Forensik RS Polri Kramatjati Komisaris Besar Edi Purnomo mengatakan korban tewas berinisial ME, 23 tahun.

    "Korban tewas karena gangguan pernapasan. Informasi keluarganya ada riwayat asma," kata Edi saat dihubungi, Jumat, 27 September 2019.

    Edi mengatakan korban tewas dibawa ke RS Polri pukul 05.30 kemarin pagi untuk diotopsi. Jenazah korban, kata dia, telah diserahkan kepada orang tuanya tadi malam pukul 23.00. "Dari hasil otopsi tidak ada luka."

    Selain korban tewas, kata dia, ada puluhan korban luka yang dirujuk ke RS Polri Kramatjati. Sebagian korban luka adalah polisi yang terkena sambutan saat kerusuhan kemarin. "Ada beberapa mahasiswa juga yang kami rawat," ujarnya.

    Kerusuhan pada Rabu lalu, diawali dengan demonstrasi pelajar. Para pelajar dengan seragam sekolah dan pramuka memulainya dengan menyerang anggota polisi.

    Mereka datang ke DPR RI merespons seruan 'Pergerakan STM Se-Jabodetabek' usai dua hari demonstrasi mahasiswa terkait RUU KUHP dan revisi UU KPK.  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.