Mulai 27 Oktober, Buka Tutup Jalur Puncak Diganti Sistem 2-1

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Antrean panjang kendaraan menuju pintu keluar Tol Gadog, Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, 23 Desember 2017. Polres Bogor memberlakukan sistem buka tutup satu arah untuk mengurai kemacetan di jalur Puncak, Bogor, akibat tingginya volume kendaraan di saat liburan panjang Natal 2017. ANTARA

    Antrean panjang kendaraan menuju pintu keluar Tol Gadog, Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, 23 Desember 2017. Polres Bogor memberlakukan sistem buka tutup satu arah untuk mengurai kemacetan di jalur Puncak, Bogor, akibat tingginya volume kendaraan di saat liburan panjang Natal 2017. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek atau BPTJ akan memberlakukan rekayasa lalu lintas yang baru menggantikan sistem satu arah (one way) dan buka tutup Jalur Puncak, Bogor. Sistem baru dinamakan 2-1 untuk mengurai kemacetan di jalur isata itu setiap akhir pekan.

    "Sistem 2-1 ini akan mulai diuji coba pada 27 Oktober nanti," ujar Kepala BPTJ Bambang Prihartono dalam keterangan tertulisnya, Sabtu 5 Oktober 2019.

    Sama seperti distem one way, Bambang menerangkan, rekayasa lalu lintas dengan sistem 2-1 juga akan berlaku dari simpang Gadog hingga Taman Safari. Dengan sistem 2-1 ini, dia menyebutkan, kendaraan bisa tetap bersama-sama melintas ke dua arah.

    Bambang menjelaskan, skema ini akan mengoptimalkan jalur Puncak menjadi tiga lajur yang akan dibuat menggunakan rambu traffic cone. Lajur 1 dan 2 sepanjang jam 03.00-13.00 WIB akan difungsikan untuk kendaraan yang menuju Puncak (naik), sedangkan lajur 3 untuk kendaraan menuju Gadog (turun).

    Giliran sepanjang pukul 12.30-14.00 lajur 2 akan ditutup untuk disetrilkan dari kendaraan. Sedangkan lajur 1 dan 3 tetap dibuka. Setelah steril, lajur 2 diperuntukkan untuk kendaraan ke arah Gadog (turun). Sehingga dari pukul 14.00-20.00 WIB, lajur 1 untuk kendaraan menuju Puncak dan lajur 2 dan 3 untuk kendaraan menuju Gadog.

    Bambang menyebutkan rekayasa ini hanya diberlakukan hingga pukul 20.00 WIB dan di akhir pekan. Selain itu, Jalur Puncak tetap seperti biasa yaitu dua jalur untuk dua arah. "Meski rencana rekayasa ini sudah ditetapkan jika ada insidental maka dapat diberlakukan diskresi," ujarnya.

    Menurut dia, rekayasa lalu lintas ini merupakan hasil kordinasi dengan masyarakat pengguna dan sekitar Jalur Puncak untuk mengatasi kemacetan. Sistem ini, Bambang menembahkan, akan dievaluasi selama uji coba untuk melihat efisiensinya dalam menekan kemacetan jalur Puncak.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.