Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Akbar Alamsyah Tewas, Begini Penyesalan Sahabat Karibnya

Reporter

Editor

Febriyan

image-gnews
Warga dan keluarga menabur bunga saat pemakaman korban demo ricuh, Akbar Alamsyah di Taman Pemakaman Umum (TPU) kawasan Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta, Jumat, 11 Oktober 2019. Baru pada 29 September, keluarga mengetahui Akbar dirawat di RSPAD Gatot Subroto dalam kondisi kritis. ANTARA
Warga dan keluarga menabur bunga saat pemakaman korban demo ricuh, Akbar Alamsyah di Taman Pemakaman Umum (TPU) kawasan Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta, Jumat, 11 Oktober 2019. Baru pada 29 September, keluarga mengetahui Akbar dirawat di RSPAD Gatot Subroto dalam kondisi kritis. ANTARA
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Kepergian Akbar Alamsyah yang menjadi korban tewas demonstrasi di DPR menyisakan penyesalan dari rekannya, Fajar. Pemuda berusia 19 tahun itu menyesal karena tak melarang dengan keras Akbar untuk menonton demonstrasi pada Rabu malam 25 September 2019.

"Nyesal banget, tau begini jadinya (meninggal) mending saya halangi dia pergi, beratem sekalipun dari pada meninggal seperti ini," kata Fajar saat ditemui usai pemakaman Akbar di Tempat Pemakaman Umum Kelurahan Cipulir, Jakarta Selatan, Jumat, 11 Oktober 2019.

Fajar merupakan sahabat karib Akbar sejak kecil. Keduanya bahkan sama-sama lulusan SMK Averus, Pondok Pinang, Jakarta Selatan.

Menurut Fajar, Rabu malam itu Akbar bersama dua temannya sempat berkumpul di rumah Orang Tua Fajar di kawasan Kebon Mangga, Jakarta Selatan. Mereka awalnya asyik bermain permainan Mobile Legend.

Tiba-tiba, Akbar dan kedua temannya Roland dan Wahyu tertarik melihat demo yang berujung ricuh setelah melihat dari media sosial Instagram.

"Mereka berangkatnya dari rumah saya, malam saya lupa jamnya di atas jam sembilan lah. Mereka bonceng tiga naik satu motor," kata mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Jakarta itu.

Fajar sempat diajak untuk ikut nonton demo, namun dia menolak karena keesokan paginya harus mengikuti perkuliahan di kampus. Menurut Fajar, dirinya sempat melarang ketiga temannya untuk pergi nonton demo, tapi tidak larangan keras sampai menghentikan langkah ketiga temennya untuk pergi.

"Kan lagi main mobile legend, cuma bilang 'Ngapain ke sana (nonton demo) mending main lagi'," kata Fajar menirukan percakapan terakhirnya dengan Akbar itu.

Ajakan dan larangan Fajar tidak digubris Akbar dan dua temannya. Mereka tetap berangkat naik sepeda motor milik Akbar.

Dia pun mengaku sempat ikut mencari Akbar bersama Roland dan Wahyu begitu mendengar kabar sahabat karibnya hilang. Namun upayanya tak berbuah hasil.

Belakangan, Fajar mendapat kabar Akbar berada di RS Polri Kramatjati dalam kondisi terluka parah di bagian kepala. Dia pun mengaku baru bisa menjenguk Akbar ketika sudah berada di CICU RSPAD Gatot Subroto, dari balik kaca ruang dalam kondisi koma.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

"Nyesal saya tidak keras menahan Akbar pergi. Lebih baik malam itu Akbar bonyok berantem karena saya larang, dari pada akhirnya meninggal dunia," kata Fajar.

Akbar di sosok Fajar, sebagai seorang sahabat yang sangat peduli dengan teman-temannya, sering kumpul bareng dan main bareng sehari-harinya.

"Akbar anak yang pekerja keras," kenang Fajar.

Polisi sempat menyebutkan Akbar Alamsyah terluka karena terjatuh saat akan melompat pagar Restoran Nusa Dua di Jalan Gatot Subroto, tepat di samping pintu depan Gedung DPR RI. Namun belakangan keterangan itu diralat.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat, Komisaris Besar, Argo Yuwono, menyatakan bahwa anggota polisi menemukan Akbar dalam kondisi tergeletak di trotoar di kawasan Slipi, Jakarta Barat. Akbar lantas dibawa ke Polres Jakarta Barat untuk dilakukan pendataan.

Setelah mendapatkan pertolongan pertama dari Tim Medis Polres Jakarta Barat, Akbar lantas dibawa ke Rumah Sakit Pelni, Petamburan, Jakarta Barat. Dia kemudian dirujuk ke RS Polri Kramatjati sebelum akhirnya dirujuk ke RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat.

Argo juga menyatakan bahwa polisi sempat menjadikan Akbar sebagai tersangka. Pasalnya, berdasarkan keterangan saksi, Akbar ikut melempari polisi.

Pihak keluarga meragukan cerita polisi tersebut. Kakak kandung Akbar, Fitri Rahmayani, menyatakan bahwa adiknya tak mungkin jatuh dari pagar. Menurut penuturan kedua rekan Akbar kepada keluarga, mereka tak sempat mencapai depan Gedung DPR dan tertahan di sekitar Palmerah.

"Enggak mungkin karena jatuh di pagar, dia nggak sampai ke gedung DPR," ujarnya.

Dia juga membantah adiknya sebagai provokator. Menurut dia, Akbar dan rekan-rekannya hanya menonton demonstrasi di DPR.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Din Syamsuddin Pimpin Aksi Demo di DPR Tolak Kecurangan Pemilu

38 hari lalu

Suasana demonstrasi di depan Gedung DPR RI, Tanah Abang, Jakarta Pusat pada Selasa, 5 Maret 2024. Aksi massa tersebut mengangkat isu wacana hak angket dugaan kecurangan Pemilu 2024. Tempo/Sultan
Din Syamsuddin Pimpin Aksi Demo di DPR Tolak Kecurangan Pemilu

Din Syamsuddin mengaku menggerakan aksi demo di DPR.


Polisi Belum Alihkan Arus Lalu Lintas Antisipasi Demonstrasi Buruh di DPR

15 Juni 2022

Presiden Partai Buruh Said Iqbal menyampaikan orasi saat menggelar aksi di depan Gedung DPR RI, Jakarta, Jumat, 11 Maret 2022. Mereka menolak penundaan Pemilu 2024, mendesak pemerintah untuk mencabut Peraturan Menteri Tenaga Kerja (Permenaker) No. 2/2002 tentang Jaminan Hari Tua (JHT), dan menuntut pembatalan undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja. TEMPO/M Taufan Rengganis
Polisi Belum Alihkan Arus Lalu Lintas Antisipasi Demonstrasi Buruh di DPR

Polda Metro Jaya belum menerapkan pengalihan arus lalu lintas untuk mengantisipasi demonstrasi yang digelar buruh di Gedung DPR, Rabu, 15 Juni 2022.


Satu Anggota Pemuda Pancasila yang Diduga Pengeroyok Polisi Ditangkap

25 November 2021

Konferensi pers di Polda Metro Jaya, Kamis 25 November 2021, perihal penangkapan sejumlah anggota Ormas Pemuda Pancasila yang membawa senjata saat demo di depan DPR. TEMPO/Adam Prireza
Satu Anggota Pemuda Pancasila yang Diduga Pengeroyok Polisi Ditangkap

AKBP Dermawan dikeroyok saat tengah mengatur lalu lintas saat demonstrasi ormas Pemuda Pancasila di Jalan Gatot Subroto.


Polda Metro Jaya Tetapkan 1 Tersangka Perusuh Demonstrasi di DPR

18 Juli 2020

Peserta aksi berorasi saat menggelar aksi menolak RUU Omnibus Law Cipta Kerja dengan cara mendirikan tenda di depan gedung DPR RI di Jakarta, Rabu, 15 Juli 2020. TEMPO / Hilman Fathurrahman W
Polda Metro Jaya Tetapkan 1 Tersangka Perusuh Demonstrasi di DPR

Tersangka itu merupakan salah satu dari 20 orang yang ditangkap oleh kepolisian saat demonstrasi di DPR yang dianggap perusuh.


Massa Tak Dikenal Lakukan Aksi Pelemparan di Depan Gedung DPR

16 Juli 2020

Kelompok buruh, petani, dan mahasiswa saat melakukan aksi menolak Omnibus Law RUU Cipta Lapangan Kerja di depan gedung DPR RI, Jakarta, Kamis 16 Juli. Massa aksi meminta DPR segera menjalankan TAP MPR IX/2001 untuk menyelesaikan tumpang tindih regulasi di sektor agraria dan sumber daya alam (SDA). Meminta pemerintah segera menuntaskan konflik agraria, memastikan aparat keamanan dan perusahaan (swasta dan BUMN) segera menghentikan tindakan-tindakan intimidatif, represif dan usaha-usaha kriminalisasi di wilayah-wilayah konflik agraria, teror, kekerasan dan kriminalisasi terhadap petani dan masyarakat adat di tengah pandemi saat ini. Pemerintah juga diminta bersungguh-sungguh memastikan sentra-sentra produksi pertanian, pangan, perkebunan dan peternakan dilindungi negara, terutama saat krisis akibat pandemi Covid-19 melanda. TEMPO/Subekti.
Massa Tak Dikenal Lakukan Aksi Pelemparan di Depan Gedung DPR

Sekelompok massa tak dikenal melakukan aksi pelemparan ke arah Gedung DPR sekitar pukul 17.30 WIB, Kamis 16 Juli 2020.


Demo FPI ke DPR, Jalan Gatot Subroto ke Slipi Ditutup

24 Juni 2020

Suasana unjuk rasa menolak RUU HIP di depan Gedung DPR, Rabu, 24 Juni 2020/Ihsan Reliubun
Demo FPI ke DPR, Jalan Gatot Subroto ke Slipi Ditutup

Polisi menutup Jalan Gatot Subroto arah ke Slipi karena demo FPI menolak Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) di gedung DPR.


Peretasan Situs PN Jakpus Disebut Merugikan Pemuda Bawa Bendera

19 Desember 2019

Terdakwa demonstran pembawa bendera Merah Putih saat aksi pelajar di depan DPR September lalu, Dede Lutfi Alfiandi (tengah) saat menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis, 12 Desember 2019. TEMPO/Muhammad Hidayat
Peretasan Situs PN Jakpus Disebut Merugikan Pemuda Bawa Bendera

Kuasa hukum pemuda bawa bendera saat demo siswa STM Dede Lutfi Alfiandi, Sutra Dewi menyayangkan peretasan laman Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.


Cerita Pemuda Bawa Bendera Datang ke Lokasi Demo untuk Bersih-bersih, Bukan Serang Polisi

19 Desember 2019

Terdakwa demonstran pembawa bendera Merah Putih saat aksi pelajar di depan DPR September lalu, Dede Lutfi Alfiandi menangis bersama ibunya saat menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis, 12 Desember 2019.Luthfi ditangkap dari antara massa pelajar STM yang berdemonstrasi di Gedung DPR RI pada September lalu. Luthfi belakangan populer lewat fotonya sebagai pemuda bawa bendera merah putih dalam demo rusuh itu. TEMPO/Muhammad Hidayat
Cerita Pemuda Bawa Bendera Datang ke Lokasi Demo untuk Bersih-bersih, Bukan Serang Polisi

Pemuda bawa bendera, Dede Lutfi Alfiandi, membantah telah menyerang polisi ketika demonstrasi siswa STM di sekitaran Gedung DPR, 30 September 2019.


Faisal Amir Bakal Jalani Operasi Pemasangan Tulang Tengkorak

10 November 2019

Mahasiswa Al Azhar Indonesia, Faisal Amir, saat ditemui di kediamannya di Perumahan villa Ilhami Islamik Village, Tangerang, Banten, 13 Oktober 2019. Faisal adalah mahasiswa yang menjadi korban saat unjuk rasa yang berakhir rusuh di sekitar gedung DPR RI. Tempo/Imam Hamdi
Faisal Amir Bakal Jalani Operasi Pemasangan Tulang Tengkorak

Faisal Amir, mahasiswa Universitas Al Azhar Jakarta korban kekerasan pada kerusuhan demonstrasi di DPR, menjalani operasi pada hari ini.


Tolak Jalur Hukum, Keluarga Akbar Alamsyah: Biar Allah yang Balas

18 Oktober 2019

Akbar Alamsyah, korban meningggal dalam kerusuhan demonstrasi di DPR. Foto: Istimewa
Tolak Jalur Hukum, Keluarga Akbar Alamsyah: Biar Allah yang Balas

Jenazah Akbar Alamsyah, korban meninggal dalam demonstrasi di di DPR, diantar dalam keadaan terbungkus kain kafan. RS melarang keluarga membukanya.