Diduga Dibunuh, Sopir Taksi Online Tewas dengan Luka Gorokan

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pembunuhan menggunakan senjata tajam. shutterstock.com

    Ilustrasi pembunuhan menggunakan senjata tajam. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Bogor - Ahsanul Fauzi, 31 tahun, seorang pengemudi taksi online ditemukan tewas mengenaskan di dalam kendaraannya yang terparkir di depan Bank BRI, Jalan Raya Tajur, Kelurahan Sindangsari, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, Kamis, 31 Oktober 2019.

    Korban pertama kali ditemukan oleh Nana Jumhana, petugas keamanan bank yang curiga melihat mobil yang terparkir di depan bank dengan posisi kendaraan menghadap ke arah jalan sekitar pukul 02.00 dinihari.

    "Saat itu petugas keamanan BRI melihat mobil Toyota Calya bernopol F 1088 CL terparkir dengan posisi pintu penumpang sebelah kiri terbuka," kata Enggong, 46 tahun salah seorang saksi pada Kamis.

    Enggong mengatakan, dari pintu sopir terlihat menetes darah segar. Petugas itu pun langsung memanggil rekan lainya untuk melihat kendaraan tersebut. "Saat pintu sopir dibuka ternyata ditemukan sopir dalam kondisi bersimbah darah dan diduga sudah tewas," kata dia.

    Melihat kondisi tersebut, saksi langsung melaporkan peristiwa dugaan pembunuhan itu ke Kepolisian Sektor Bogor Timur. Aparat pun langsungmendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP.

    Di lokasi ditemukan sebilah pisau cutter berlumuran darah. Salah seorang petugas polisi yang datang ke KTP menyebut pisau itu diduga digunakan oleh pelaku untuk menggorok leher korban.

    Setelah dilakukan olah TKP dan proses identifikasi, jenazah korban dengan kondisi luka parah di bagian leher sebelah kiri itu dibawa ke RSUD Ciawi untuk dilakukan otopsi.

    Hingga saat ini, petugas Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Bogor Kota masih melakukan penyelidikan kasus pembunuhan sopir taksi online dan menyelidiki pelaku pembunuhan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berbagai Cara dalam Menekan Pelanggaran Batasan Bawaan Penumpang

    Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terus berupaya menekan pelanggaran batasan bawaan penumpang dari luar negeri di pintu masuk bandara.