Anak Buah Anies Mau Bikin Hotel Mewah di TIM, PDIP Siap Hadang

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan didampingi Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro) Dwi Wahyu Daryoto (kiri) dan perwakilan Budayawan  Salim Said  (kedua kiri) memukul layar tanda dimulainya groundbreaking proyek revitalisasi Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta, Rabu, 3 Juli 2019. Revitalisasi TIM dilakukan tiga tahap dan ditargetkan dapat rampung Agustus 2021. ANTARA

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan didampingi Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro) Dwi Wahyu Daryoto (kiri) dan perwakilan Budayawan Salim Said (kedua kiri) memukul layar tanda dimulainya groundbreaking proyek revitalisasi Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta, Rabu, 3 Juli 2019. Revitalisasi TIM dilakukan tiga tahap dan ditargetkan dapat rampung Agustus 2021. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta menolak rencana anak buah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membangun hotel bintang lima di lokasi revitalisasi TIM. Namun Ketua Fraksi PDIP DKI Gembong Warsono menyatakan mereka tetap mendukung revitalisasi kawasan Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki (TIM) di Cikini, Jakarta Pusat. 

    "Yang kami tolak pembangunan hotelnya saja. Revitalisasinya kami mendukung untuk memaksimalkan wadah seniman," kata Gembong saat dihubungi, Senin, 25 November 2019. "Kami akan tolak pembangunan hotel di pembahasan anggaran."

    Menurut Gembong, rencana revitalisasi disertai pembangunan hotel mewah bakal menggerus marwah TIM sebagai kawasan pusat kesenian dan budaya. Tujuan revitalisasi harus memaksimalkan kawasan itu sebagai pusat ketahanan budaya bangsa.

    "Sebagaimana dulu dicita-citakan Ali Sadikin (gubernur DKI). Sekarang sudah keluar konteks kalau mau bangun hotel bintang lima," ujarnya.

    Pemerintahan Anies semestinya tidak memasukkan bisnis dalam mengelola pusat kebudayaan. Sebab antara bisnis dan pengembangan budaya sangat berbeda.

    "Jangan sampai akar budaya jadi rontok karena dalam merevitalisasi di dalamnya menyangkut masalah bisnis. Jadi jangan dicampur kebudayaan dengan bisnis."

    Gembong menyarankan pemerintah membangun hotel di lokasi lain. Jadi, kata dia, kawasan TIM nantinya hanya dijadikan tempat kreativitas seniman saja. "Bukan kami menafikkan bisnis. Tapi lebih baik di tempat lain," ujarnya.

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyatakan pembangunan hotel bintang lima telah menjadi bagian dari revitalisasi TIM. Hotel itu akan menjadi lini bisnis pemerintah untuk mendukung pengembangan kegiatan kesenian dan kebudayaan di TIM.

    Corporate Secretary PT Jakarta Propertindo (Jakpro) Hani Sumarno mengatakan selama ini pengembangan kegiatan kesenian dan kebudayaan di TIM, didukung dari subsidi pemerintah melalui APBD DKI. Dengan dibangunnya hotel tersebut, kegiatan di TIM tidak lagi membebani APBD DKI.

    "Selama ini menggantungkan subsidi atau APBD, itu tidak bisa ngejar industri yang sudah sangat berkembang," kata Hani saat dihubungi, Ahad, 24 November 2019.

    Ia menuturkan kawasan TIM ditargetkan bakal menjadi pusat kesenian di Asia. Untuk itu, pemerintah berupaya membangun kawasan tersebut dengan berbagai fasilitasnya.

    Hotel mewah yang bakal dibangun Gubernur Anies Baswedan ini, kata Hani, juga bakal bisa dimanfaatkan untuk pameran kesenian. Sebab dalam revitalisasi TIM, hotel itu bakal dilengkapi fasilitas pameran. "Karya seniman bisa ditampilkan dan menjadi bagian dari fasilitas serta sarana pameran," ujarnya. "Uang dari pengelolaan fasilitas hospitality itu kan setelah dikurangi operasional akan dikembalikan untuk seniman juga."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.