Kasus Virus Hepatitis A, SMPN 20 Depok Liburkan Siswa 4 Hari

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi hepatitis A (sehatq.com)

    Ilustrasi hepatitis A (sehatq.com)

    TEMPO.CO, Depok -Kepala Sekolah Menengah Pertama Negeri 20 Kota Depok, Komar Suparman mulai hari ini hingga tiga hari ke depan meliburkan seluruh siswanya lantaran virus Hepatitis A semakin menyebar.

    “Demi keamanan kami pihak sekolah memutuskan untuk meliburkan anak seluruhnya, agar orang tua juga bisa memantau aktifitas anak,” kata Komar dikonfirmasi Tempo, Selasa 26 November 2019.

    Komar mengakui, keputusan untuk meliburkan seluruh siswa ini merupakan dorongan dari orang tua yang khawatir dengan kesehatan para anaknya.

    “Selain itu juga hari senin besok para siswa sudah menghadapi ujian akhir semester agar lebih fokus, jadi selama tiga hari ini siswa belajar di rumah, dan hari jumat masuk ke sekolah hanya untuk ambil kartu ujian,” kata Komar.

    Terkait kasus Hepatitis, Komar mengatakan, bakal melakukan evaluasi internal sebagai upaya agar kasus serupa tidak terjadi kembali. “Evaluasi sedang kami lakukan, ya mudah-mudahan ke depan kejadian ini tidak terjadi lagi,” demikian Komar.

    Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Novarita mengatakan, pihaknya telah mendeteksi penyebab merebaknya virus Hepatitis A dari makanan dan minuman sekitar sekolah yang diduga tercemar virus menular tersebut.

    “Ya penyebabnya makanan dan minuman yang tercemar virus,” kata Novarita yang tidak menyebut detail makanan apa.

    Novarita mengatakan, hingga saat ini status Kejadian Luar Biasa (KLB) parsial (Hepatitis A) di SMPN 20 masih diberlakukan hingga kasus itu benar-benar teratasi dan seluruh siswa kembali pulih dan dapat kembali beraktifitas. “Status KLB parsial berlaku sejak 20 November 2019 hingga 20 Januari 2020,” kata Novarita.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.