Sudah Ada Suspek, Kota Bogor Klaim Aman dari Hepatitis A

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua di antara sejumlah siswa SMPN 20 yang masih dirawat di RSUD Kota Depok karena terjangkit virus Hepatitis A, Kamis 28 November 2019. Dinas Kesehatan setempat memberlakukan status KLB parsial di sekolah itu. TEMPO/ADE RIDWAN

    Dua di antara sejumlah siswa SMPN 20 yang masih dirawat di RSUD Kota Depok karena terjangkit virus Hepatitis A, Kamis 28 November 2019. Dinas Kesehatan setempat memberlakukan status KLB parsial di sekolah itu. TEMPO/ADE RIDWAN

    TEMPO.CO, Bogor - Dinas Kesehatan Kota Bogor mengklaim wilayahnya masih aman dari penyebaran virus Hepatitis A seperti yang sedang mengangkit di Kota Depok. Klaim dibuat meski sudah ada beberapa kasus dugaan atau suspek.

    Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Rubeah, mengungkap adanya kasus dugaan itu di Pondok Pesantren di wilayah Pasir Mulya, Bogor Selatan. Di sana, dia menyebutkan, sekitar 15 orang menjadi suspek Hepatitis A.

    "Dugaaan saja dan belum ada diagnosa pasti tapi kami sudah gencarkan penyuluhan," kata Rubeah lewat pesan yang dikirimnya lewat aplikasi Whatsapp, Minggu 8 Desember 2019.

    Sebelumnya, Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan mengimbau kepada wilayah di sekitar Kota Depok untuk mengantisipasi penyebaran virus Hepatitis A. Imbauan termasuk kepada warga dan pemerintah Kota Bogor. 

    "Kami sudah mulai warning dengan memberikan penyuluhan ke sekolah-sekolah dan ke penjaja makanan," kata Rubeah menanggapinya. 

    Wakil Wali Kota Bogor Dedie Rachim mengatakan memang betul harus segera diantisipasi agar tidak ada warganya yang terjangkit Hepatitis A. Dedie menyebut segera menginstruksikan untuk melakukan berbagai upaya pencegahan seperti menjaga kebersihan lingkungan dan perbaikan sanitasi. "Juga menjaga kualitas dan kebersihan makanan," ujar Dedie.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.