Hujan di Bogor 3 Jam, Begini Kondisi Bendung Katulampa

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kondisi Bendung Katulampa pada Rabu petang, 11 Desember 2019. TEMPO/M.A MURTADHO

    Kondisi Bendung Katulampa pada Rabu petang, 11 Desember 2019. TEMPO/M.A MURTADHO

    TEMPO.CO, Bogor - Hujan di Bogor selama tiga jam pada Rabu petang membuat 
    debit air Bendung Katulampa naik. Namun kenaikan debit air itu masih terbilang normal, dan status Bendung Katulampa masih siaga IV.    

    Petugas jaga Bendung Katulampa Muhammad Alwan mengatakan tinggi muka air sempat mencapai 40 sentimeter, namun masih normal. Kenaikan tidak signifikan karena hujan hanya di sebagian wilayah saja dan tidak merata.

    "Tapi sejak hujan tadi debit air naik persepuluh senti tiap jam," kata Alwan, Rabu 11 Desember 2019.

    Alwan mengatakan sejak sepekan debit air di Katulampa berada di titik nol, karena hujan yang terjadi belakangan ini intensitasnya terbilang lemah atau ringan. Namun hari ini hujan sangat lebat. Dia menyatakan hujan kali ini menjadi pertanda datangnya musim hujan. "Ini awal hujan, sehingga status masih aman dan normal," kata Alwan.

    Meski status bendung Katulampa masih normal, Alwan tetap akan memantau kenaikan tinggi muka air (TMA). Karena hujan tidak merata, ada kemungkinan hujan masih terjadi di hulu atau di Setu Saat dan Telaga Warna di Puncak Cisarua.

    "Kami di sini 24 jam memantau, tiap jam kami laporkan jika posisi air bertahan," kata Alwan. 

    Petugas jaga Bendung Katulampa ini mengimbau warga yang tinggal di bantaran sungai Ciliwung tetap waspada. Meski Katulampa normal, dia khawatir hujan susulan datang atau hujan lokal mengguyur dengan intensitas tinggi di wilayah Bogor. "Karena hujan lokal juga berpengaruh besar, contohnya kemarin di sini 0 tapi di jembatan Panus Depok tembus di angka 200 CM TMA-nya," kata Alwan.

    M.A MURTADHO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dijen Imigrasi Ronny Sompie Dicopot Terkait Harun Masiku

    Pencopotan Ronny Sompie dinilai sebagai cuci tangan Yasonna Laoly, yang ikut bertanggung jawab atas kesimpangsiuran informasi kasus Harun.