Heboh Ular Kobra, Bupati Bogor Ajak Warga Laksanakan Jumat Bersih

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas dinas pemadam kebakaran melakukan evakuasi seekor ular King Kobra (Ophiophagus Hannah) saat ditemukan di kawasan permukiman warga Jakasampurna, di Bekasi, Jawa Barat, Kamis 12 Desember 2019. Temuan  King Kobra dengan panjang dua meter tersebut berawal dari laporan warga, selanjutnya ular diserahkan ke komunitas reptile. ANTARA FOTO/Risky Andrianto

    Petugas dinas pemadam kebakaran melakukan evakuasi seekor ular King Kobra (Ophiophagus Hannah) saat ditemukan di kawasan permukiman warga Jakasampurna, di Bekasi, Jawa Barat, Kamis 12 Desember 2019. Temuan King Kobra dengan panjang dua meter tersebut berawal dari laporan warga, selanjutnya ular diserahkan ke komunitas reptile. ANTARA FOTO/Risky Andrianto

    TEMPO.CO, Bogor - Bupati Bogor Ade Yasin meminta seluruh desa dan kecamatan di wilayahnya untuk melakukan jumat bersih atau jumsih. Hal tersebut ia sampaikan menyusul maraknya penemuan puluhan anak ular kobra di Perumahan Royal Citayam Residence sepekan belakangan.

    "Makanya kenapa saya mengharuskan pihak kecamatan dan desa mengadakan Jumat Bersih? Supaya tidak ada lagi tempat-tempat yang disukai semacam ular, biawak dan sebagainya," kata Ade di kantornya, Jumat, 13 Desember 2019.

    Ade pun mengaku tak heran atas temuan puluhan anak ular kobra tersebut. Sebab, permukiman tempat ditemukannya ular-ular itu dikenal kumuh. "Sebetulnya ular itu senang di tempat kotor dan rimbun. Ini harus bersih lingkungan, agar terhindar dari hal-hal yang seperti itu," ujarnya.

    Sejak 4 Desember lalu, puluhan anak ular kobra ditemukan di Perumahan Royak Citayam Residence, Bojonggede, Kabupaten Bogor. Penemuan itu membuat heboh sampai warha takut beraktivitas.

    Warga dibantu polisi, petugas Damkar dan relawan pun telah melakukan perburuan ular kobra tersebut. Camat Bojonggede Dace Hatomi mengatakan setidaknya sudah ditemikan 34 anak ilar kobra dengan panjang 20 hingga 30 sentimeter.

    Ular-ular itu ditemukan secara beruntun dalam waktu sepekan di rumah-rumah warga hingga fasos dan fasum perumahan. Menurut Dace, puluhan ular kobra itu merasa tak nyaman di habitatnya sehingga memilih pindah ke permukiman.

    Dace pun mengatakan permukiman yang kini banyak ditemukan ular kobra tergolong kumuh. "Di perumahan itu banyak genteng yang berserakan, mungkin saja kan bisa berhabitat di situ, itu juga kan sarang ular, lokasinya di situ itu kumuh liat saja deh," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.