Soal Kinerja TGUPP Anies, Ini Ragam Respons Warga DKI Jakarta

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Bidang Hukum dan Pencegahan Korupsi TGUPP, Bambang Widjojanto, di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa, 10 Desember 2019. TEMPO/Imam Hamdi

    Ketua Bidang Hukum dan Pencegahan Korupsi TGUPP, Bambang Widjojanto, di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa, 10 Desember 2019. TEMPO/Imam Hamdi

    TEMPO.CO, Jakarta -Anggota Bidang Hukum dan Pencegahan Korupsi Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan atau TGUPP Anies Baswedan, Bambang Widjojanto, menganggap penilaian kinerja TGUPP oleh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI Jakarta tak sepenuhnya benar.

    Bambang mengatakan kalau yang merasakan kinerja tim pembantu Anies (TGUPP) itu adalah masyarakat.

    Tempo menanyai beberapa warga Jakarta asli soal kinerja TGUPP, salah satunya adalah Dimas Panji, karyawan swasta.

    Menurut Dimas, hasil kerja TGUPP tak begitu ia rasakan sebagai orang yang tinggal di Ibukota. Ia mengatakan perlu ada ekspos lebih terhadap kerja TGUPP. "Intinya kerja mereka saya gak melihat. Narasinya saja yang kedengaran," ucap Dimas kepada Tempo, Ahad, 15 Desember 2019.

    Berbeda dengan Dimas, Lukmanal Hakim, 26 tahun, merasa kinerja TGUPP sudah baik dalam memberikan rekomendasi dalam bentuk ide kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

    Sebagai lulusan Abang None Jakarta Pusat tahun 2017, kata Lukmanal, dirinya pernah diajak berdiskusi dengan TGUPP yang membawahi bidang pariwisata dan budaya.

    Lukmanal menjelaskan, dalam pertemuan tersebut, dirinya mendapat pemaparan terkait kinerja TGUPP.

    "Ada Festival Lapangan Banteng. Kolaborasi dengan Semasa dan Sedari Sadari waktu ulang tahun Jakarta. Itu hasil market research mereka," tutur Lukmanal. Ia merujuk pada acara bertajuk Semasa Piknik dan Pasar Raia Keliling Volume 2 yang digelar di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, pada 22-23 Juni lalu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dijen Imigrasi Ronny Sompie Dicopot Terkait Harun Masiku

    Pencopotan Ronny Sompie dinilai sebagai cuci tangan Yasonna Laoly, yang ikut bertanggung jawab atas kesimpangsiuran informasi kasus Harun.