Motor Terendam Banjir Jakarta, Bengkel: Tak Perlu Servis Besar

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah anak membantu mendorong motor yang mogok saat berusahan menerobos banjir akibat luapan Sungai Ciliwung di Jalan Jatinegara, Kampung Melayu, Jakarta, Jumat 26 April 2019. Pengendara memberikan seikhlasnya pada anak-anak yang membantu mendorong motornya. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Sejumlah anak membantu mendorong motor yang mogok saat berusahan menerobos banjir akibat luapan Sungai Ciliwung di Jalan Jatinegara, Kampung Melayu, Jakarta, Jumat 26 April 2019. Pengendara memberikan seikhlasnya pada anak-anak yang membantu mendorong motornya. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Banjir Jakarta yang terjadi akibat hujan deras selama dua jam  pada Selasa kemarin membuat banyak sepeda motor terendam air. Sejumlah foto yang beredar di media sosial memperlihatkan bahwa kedalaman banjir di beberapa wilayah Jakarta cukup tinggi, bahkan beberapa foto memperlihatkan sepeda motor terendam hingga cuma terlihat stang kemudinya saja.

    Lantas, jika sepeda motor terendam seperti itu, perlukah pemilik melakukan servis besar?

    Eko Sujatmiko, pemilik bengkel Kevin Berkah di kawasan Cibubur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mengatakan bahwa sepeda motor yang terendam air sebenarnya tidak memerlukan servis besar.

    "Asal tidak nekat dihidupkan, motor tidak usah servis besar. Cukup dibawa ke bengkel terdekat kemudian kuras oli mesin, bersihkan busi, dan pastikan tidak ada kabel konslet," kata Eko Sujatmiko yang biasa dipanggil Miko, Selasa malam, 17 Desember 2019.

    Kendati tidak perlu servis besar sampai turun mesin, Eko mengatakan ada beberapa komponen yang perlu diganti karena sudah mengandung air.

    "Sudah terlanjur kena air. Ganti semua jenis oli yang ada di motor, ganti filter udara, ganti busi. Jangan sepele sama kabel-kabel yang kena air, kalau dibiarkan bisa konslet," kata dia.

    Miko mengatakan biaya servis motor terkena banjir tidak mahal, asalkan pengendara tidak nekat menghidupkan motornya setelah terendam banjir. "Yang penting jangan nekat dihidupin. Kalau nekat, risikonya lebih besar, bisa sampai turun mesin. Ongkosnya mahal," kata dia.

    "Tapi kalau kerendam banjir biasa, paling seharga servis biasa. Ongkos jasa dan biaya komponen yang diganti," katanya. Rata-rata biaya servis ini berkisar Rp75 ribu sampai Rp150 ribu di bengkel biasa.

    Namun jika yang terendam banjir adalah sepeda motor berjenis matic atau skuter otomatis (skutik), persoalannya berbeda.

    Mangapul Hasiholan dari bengkel Cepat Jaya di Cileungsi, Jawa Barat, pemilik harus memeriksakan alat transmisi otomatis CVT (Continuously Variable Transmission). 

    "Ada bagian yang menjadi perhatian, yakni CVT," katanya.

    Mangapul mengatakan, di dalam CVT terdapat sejumlah komponen yang akan terganggu kinerjanya apabila terendam banjir. "Cek CTV, paling dibongkar dan semprot tekanan udara. Di situ ada van belt ada roller yang harus dibersihkan. Oli CVT pasti harus diganti," kata dia.

    Selain CVT, komponen yang diperiksa pada sepeda motor matic jika sempat terendam banjir relatif sama dengan motor tipe biasa, yakni busi, filter udara, ganti oli mesin, karburator atau injector dan sistem kelistrikan. "Tidak sampai servis besar, tapi cukup banyak yang diperiksa," tutup Olan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peta Bencana Sejumlah Sudut Banjir Jakarta di Akhir Februari 2020

    Jakarta dilanda hujan sejak dini hari Rabu, 25 Februari 2020. PetaBencana.id melansir sejumlah sudut yang digenangi banjir Jakarta hingga pukul 15.00.