Polisi Masih Cari Suporter Persija Pengeroyok Anggotanya

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suporter Persija Jakarta, The Jakmania selebrasi perpisahan dengan pemain Persija Jakarta sekaligus Legenda Persija Jakarta, Bambang Pamungkas di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Selasa, 17 Desember 2019. Pertandingan melawan Persebaya merupakan pertandingan terakhir Bambang Pamungkas setelah menyatakan pensiun Persija Jakarta sebagai pemain sepak bola profesional. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Suporter Persija Jakarta, The Jakmania selebrasi perpisahan dengan pemain Persija Jakarta sekaligus Legenda Persija Jakarta, Bambang Pamungkas di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Selasa, 17 Desember 2019. Pertandingan melawan Persebaya merupakan pertandingan terakhir Bambang Pamungkas setelah menyatakan pensiun Persija Jakarta sebagai pemain sepak bola profesional. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Sektor Metro Tanah Abang masih mencari suporter Persija, atau yang biasa disebut The Jakmania, yang mengeroyok dua anggota polisi pada Selasa lalu. Kejadian itu terjadi saat Persija Jakarta tengah menjamu Persebaya Surabaya di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat, dalam Liga 1 2019, Selasa 17 Desember 2019.

    "Sampai saat ini masih dalam proses lidik," ujar Kapolsek Tanya Abang Ajun Komisaris Besar Raden Jauhari saat dihubungi Tempo, Kamis, 19 Desember 2019.

    Soal kondisi kedua polisi yang menjadi korban pengeroyokan, Raden tak menjawabnya. Ia juga tak merinci detail kejadian tersebut dari versi korban.

    Insiden pengeroyokan itu awalnya dibenarkan oleh Humas Pusat Pengelolaan Kawasan GBK Diah. Ia menuturkan insiden ini terjadi lantaran saat menonton laga tersebut, kedua polisi itu tidak mengenakan atribut supporter.

    "Begitu pertandingan selesai, bapak polisi membicarakan pertandingan sepak bola tadi. Dia ngomongin Persebaya yang kebetulan menang, terus suporter Persija mendengar pembicaraan tersebut," ujar Diah.

    Supporter The Jakmania menyangka kedua orang tersebebut merupakan pendukung Persebaya Surabaya alias Boneka Mania. Sejumlah suporter lalu berkerumun dan memukuli aparat. Mereka tidak menyadari bahwa sasaran amukan kemarahan mereka atas kekalahan Persija Jakarta itu adalah polisi.

    Beruntung keduanya dapat meloloskan diri dari amukan massa. "Bapak polisi lari ke arah luar dan ditolong polantas. Dia bilang saya polisi. Memang dia pada saat kejadian pakai baju bebas dan sedang tidak bertugas," kata Diah.

    Lebih lanjut, Diah mengatakan kasus pemukulan itu saat ini tengah ditangani oleh Kepolisian Sektor Tanah Abang, Jakarta Pusat.

    Pada pertandingan pekan ke-33 Liga 1 2019, Selasa lalu, Persebaya Surabaya memang melakoni laga tandang menghadapi Persija Jakarta tanpa mendapat dukungan suporternya yang dikenal dengan sebutan Bonek, karena dilarang oleh Liga Indonesia Baru (LIB) sebagai operator Liga 1.

    Larangan itu merupakan buntut dari kasus kerusuhan suporter yang terjadi saat Persebaya menjamu PSS Sleman di Gelora Bung Tomo, Surabaya pada 29 Oktober 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.