Tiga Pintu Air di Jakarta Berstatus Siaga Dua

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana dan sampah di Pintu Air Manggarai, Jumat, 16 November 2018. Gubernur Anies Baswedan meminta 'kondisi bersih' itu juga diviralkan di media sosial. TEMPO/Ryan Dwiky Anggriawan

    Suasana dan sampah di Pintu Air Manggarai, Jumat, 16 November 2018. Gubernur Anies Baswedan meminta 'kondisi bersih' itu juga diviralkan di media sosial. TEMPO/Ryan Dwiky Anggriawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menyebutkan tiga pintu air di Jakarta yakni Manggarai, Karet, dan Pulo Gadung berstatus siaga dua setelah Jakarta diguyur hujan lebat sejak Selasa malam, 31 Desember 2019. 

    Berdasarkan data yang dihimpun dari Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta, BPDB DKI melalui akun Twitter, Rabu, 1 Januari 2020 menyebutkan hingga pukul 04.00 WIB tinggi muka air di Pintu Air Manggarai mencapai 860 cm. Sementara itu, tinggi muka air di Pintu Air Karet mencapai 560 cm dan Pintu Air Pulo Gadung mencapai 710 cm.

    BPBD DKI Jakarta telah memetakan sejumlah wilayah yang berpotensi terdampak akibat siaga dua di Pintu Air Manggarai di antaranya Gondangdia, Grogol, Jati Pulo, Kalianyar, Karet Tengsin, Kota Bambu Selatan, Kota Bambu Utara, Menteng, Petamburan, dan Tomang.

    Sedangkan untuk wilayah yang berpotensi terdampak akibat siaga dua Pintu Air Karet, yakni Grogol, Jati Pulo, Kalianyar, Karet Tengsin, Kota Bambu Selatan, Kota Bambu Utara, Petamburan, dan Tomang.

    Lalu tiga pintu air lainnya, yakni Pesanggrahan dengan tinggi muka air mencapai 155 cm, Sunter Hulu mencapai 150 cm, dan Pasar Ikan mencapai 176 cm ditetapkan siaga tiga.

    BPBD DKI Jakarta telah menyebarkan informasi kepada lurah serta warga yang tinggal di bantaran kali ihwal kenaikan tinggi muka air tersebut melalui media sosial dan laman instansi tersebut. Pemberitahuan juga telah diberikan kepada camat dan lurah melalui grup pesan aplikasi Whatsapp.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    GERD Memang Tak Membunuhmu tapi Dampaknya Bikin Sengsara

    Walau tak mematikan, Gastroesophageal reflux disease alias GERD menyebabkan berbagai kesengsaraan.