Banjir dan Longsor Jabodetabek, BNPB Sebut 43 Orang Tewas

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah mobil melintasi terowongan (underpass) saat terjadi banjir di Jalan Angkasa, Jakarta Pusat, Kamis 2 Januari 2020. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 2 Januari 2020, terdapat 63 titik banjir di wilayah DKI Jakarta. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

    Sejumlah mobil melintasi terowongan (underpass) saat terjadi banjir di Jalan Angkasa, Jakarta Pusat, Kamis 2 Januari 2020. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 2 Januari 2020, terdapat 63 titik banjir di wilayah DKI Jakarta. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta -Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB mencatat hingga pukul 09.00 WIB hari ini, Jumat, 3 Januari 2020, sebanyak 43 orang tewas akibat banjir dan tanah longsor di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.

    Data tersebut ditampilkan dalam situs resmi bnpb.go.id oleh Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Agus Wibowo. "Data berdasarkan kompilasi data BPBD, Kementerian Sosial, dan Kementerian Kesehatan," kata Agus dalam laman resmi itu.

    Korban meningal paling banyak berada di wilayah Kabupaten Bogor, yaitu sebanyak 7 orang. Selanjutnya disusul oleh Kabupaten Lebak, 8 orang; Jakarta Timur, 7 orang; Kota Depok dan Bekasi, masing-masing 3 orang; dan Kota Tangerang, Tangerang Selatan, Bogor, Bekasi, Jakarta Pusat, Jakarta Barat, masing-masing 1 orang.

    Adapun penyebab korban meninggal paling banyak adalah terseret arus banjir dengan 17 kasus. Selanjutnya tertimbun tanah longsor 12 kasus, tersengat listrik 5 kasus, hipotermia 3 kasus, dan hilang 1 kasus. Sebanyak 5 kasus meninggalnya korban banjir lainnya masih dalam pendataan. "Identitas 5 orang korban meninggal di Kabupaten Bogor belum teridentifikasi," tulis Agus.

    Banjir yang terjadi pada Rabu dini hari, 1 Januari 2020 itu diakibatkan curah hujan ekstrem yang terjadi hampir seharian penuh. Sebanyak 926 warga Cipinang Melayu mengungsi di Masjid Raya Universitas Borobudur yang berada tak jauh dari lokasi banjir.

    Hingga Kamis sore 2 Januari 2020, sebagian warga terlihat masih membersihkan rumah masing-masing dari sisa banjir.

    Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan berkordinasi dengan sejumlah petugas saat meninjau lokasi banjir di kawasan Cawang, Jakarta, 1 Januari 2020. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 2 Januari 2020, terdapat 63 titik banjir di wilayah DKI Jakarta dan secara keseluruhan terdapat 169 titik banjir untuk Jabodetabek dan Banten. Foto/Instagram/Aniesbaswedan

    Tak hanya di Jakarta, kota-kota satelit seperti Bekasi, Depok, Tangerang, dan Bogor sejak Rabu kemarin juga direndam banjir. Sampai saat ini, BNPB mencatat 16 orang meninggal akibat banjir. Dengan rincian DKI Jakarta 8 orang, Kota Bekasi 1, Kota Depok 3, Kota Bogor 1, Kabupaten Bogor 1, Kota Tangerang 1, dan Tangerang Selatan 1 orang.

    Pemprov DKI melalui Dinas Sosial telah mengerahkan personil, bersama jajaran Pemerintah Kota Administrasi di lima wilayah untuk mendistribusikan bantuan. Bantuan yang telah diberikan di antaranya makanan siap saji, karpet, selimut, pampers, pembalut wanita, hingga makanan pokok, seperti beras, telur, minyak goreng, sarden, dan kecap.

    Hingga Kamis kemarin, posko banjir Jakarta mencatat jumlah pengungsi banjir di seluruh wilayah Ibu Kota mencapai 31.232 orang. Jakarta Timur sebanyak 13.516 orang tersebar di 99 lokasi pengungsian.

    Kelurahan terkena dampak banjir Kebon Manggis, Kampung Melayu, Bidara Cina, Cipinang Besar Selatan, Klender, Pondok Bambu, Pondok Kelapa, Cawang, Balekembang, Dukuh dan Cipinang Melayu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ashraf Sinclair dan Selebritas yang Kena Serangan Jantung

    Selain Ashraf Sinclair, ada beberapa tokoh dari dunia hiburan dan bersinggungan dengan olah raga juga meninggal dunia karena serangan jantung.