Banjir Bekasi, 89 Tanggul Jebol di Kali Bekasi Bakal Ditinggikan

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga melintas di depan rumah yang hancur akibat diterjang banjir di Perumahan Pondok Gede Permai, Bekasi, Jumat, 3 Januari 2020. Menurut warga banjir tersebut salah satu yang terparah sejak beberapa tahun terakhir. TEMPOHilman Fathurrahman W

    Warga melintas di depan rumah yang hancur akibat diterjang banjir di Perumahan Pondok Gede Permai, Bekasi, Jumat, 3 Januari 2020. Menurut warga banjir tersebut salah satu yang terparah sejak beberapa tahun terakhir. TEMPOHilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi segera memperbaiki 89 titik tanggul jebol dan rusak akibat banjir Bekasi pada awal pergantian tahun.

    "Ini sudah menjadi skala prioritas perbaikan sebab kalau tidak hujan biasa pun air akan meluap dengan kondisi seperti ini," kata Kepala DBMSDA Kota Bekasi, Arief Maulana, Rabu 8 Januari 2020.

    Arief mengatakan revitalisasi tanggul akan dibantu oleh 50 tim ahli dari Kementerian PUPR dengan melakukan perbaikan sementara di daerah tanggul Kali Bekasi.

    "Meski perbaikan sementara namun tetap punya kekuatan yang sama dengan tanggul permanen. Ini dilakukan karena sudah mendesak mengingat banyaknya titik tanggul yang rusak," ungkapnya.

    Sejumlah warga berjalan di dekat mobil yang rusak pascabanjir di Perumahan Pondok Gede Permai Bekasi, Jawa Barat, Kamis 2 Januari 2020. Banjir yang telah menggenangi rumah warga selama dua hari tersebut terjadi akibat luapan Kali Bekasi. ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah

    Dia menyebut kerusakan tanggul itu yang menyebabkan banjir besar melanda permukiman warga. Bahkan di sejumlah titik seperti wilayah Kartini, Bekasi Timur, dan Perumahan Pondok Mitra Lestari Jatiasih, tanggul jebol karena tak mampu menahan luapan banjir.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Wuhan Menjangkiti Kapal Pesiar Diamond Princess

    Jumlah orang yang terinfeksi virus korona Wuhan sampai Minggu, 16 Februari 2020 mencapai 71.226 orang. Termasuk di kapal pesiar Diamond Princess.