Ancaman Banjir Lagi, Polda Metro Jaya Petakan Titik Rawan di DKI

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengendara melintasi genangan air di kawasan Gunung Sahari, Jakarta, 6 Februari 2018. Buruknya drainase jalan tersebut mengakibatkan genangan air menutupi hampir seluruh ruas jalan tersebut. TEMPO/Ilham Fikri

    Pengendara melintasi genangan air di kawasan Gunung Sahari, Jakarta, 6 Februari 2018. Buruknya drainase jalan tersebut mengakibatkan genangan air menutupi hampir seluruh ruas jalan tersebut. TEMPO/Ilham Fikri

    TEMPO.CO, Jakarta -Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya telah memetakan sejumlah wilayah di Jakarta dan sekitarnya yang berpotensi terkena banjir, yang salah satunya diprediksi akibat curah hujan tinggi.

    Wilayah tersebut akan menjadi fokus utama polisi untuk melakukan pengalihan arus lalu lintas saat hujan deras datang berjam-jam yang bisa berbuntut banjir.

    "Titiknya ada di depan Universitas Trisakti, di Cawang arah Bogor, tol Cikampek arah Tanjung Priok, lalu ada di Bekasi Timur dekat tol mengarah ke Tambun," ujar Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusuf di Hutan Kota, Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat, 10 Januari 2020.

    Untuk saat ini, Yusuf mengatakan pihaknya baru memetakan titik banjir di jalan besar. Sedangkan untuk banjir di jalan kecil, Yusuf mengatakan pihaknya tidak memetakannya. "Kami hanya deteksi di titik besar, kalau di kampung tidak dideteksi," ujarnya.

    Penyiagaan petugas untuk segera melakukan rekayasa lalu lintas menyusul peringatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memprediksi Jakarta akan kembali diguyur hujan lebat pada 9-12 Januari 2020. Hujan tersebut disebut akan menjadi ancaman banjir di Jakarta.

    Meskipun demikian, ramalan BMKG menyebutkan bahwa curah hujan pada 9-12 Januari 2020 tak akan seekstrem pada awal tahun yang berujung banjir besar di Jabodetabek.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    GERD Memang Tak Membunuhmu tapi Dampaknya Bikin Sengsara

    Walau tak mematikan, Gastroesophageal reflux disease alias GERD menyebabkan berbagai kesengsaraan.