Isu Banjir, Massa Pro dan Kontra Anies Bakal Aksi di Balai Kota

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan berkordinasi dengan sejumlah petugas saat meninjau derasnya air di Pintu Air Manggarai di Jakarta, 1 Januari 2020. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 2 Januari 2020, terdapat 63 titik banjir di wilayah DKI Jakarta dan secara keseluruhan terdapat 169 titik banjir untuk Jabodetabek dan Banten. Foto/Instagram/Aniesbaswedan

    Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan berkordinasi dengan sejumlah petugas saat meninjau derasnya air di Pintu Air Manggarai di Jakarta, 1 Januari 2020. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 2 Januari 2020, terdapat 63 titik banjir di wilayah DKI Jakarta dan secara keseluruhan terdapat 169 titik banjir untuk Jabodetabek dan Banten. Foto/Instagram/Aniesbaswedan

    TEMPO.CO, Jakarta - Massa pro dan kontra Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akan menggelar aksi di depan Balai Kota hari ini. Aksi mereka menyoroti soal penanganan banjir di awal 2020.

    "Aksi Jakarta bergerak," kata Sisca Rumondor dari gerakan Suara Rakyat Bersatu yang kontra dengan Anies kemarin.  

    Adapun massa pro Gubernur Anies Baswedan juga telah menyebar poster ajakan aksi di depan Balai Kota. "Siaap Kawal dan Bela Gubernur Pilihan Rakyat!!" Poster itu menyebut nama Militan Anies Baswedan.

    Organisasi Masyarakat Kebangkitan Jawara dan Pengacara (Bang Japar) mengaku akan turun juga di Balai Kota mendukung Anies.

    Ketua Umum Bang Japar, Fahira Idris, mengatakan pihaknya bakal datang ke Balai Kota DKI untuk memberi dukungan kepada Anies dan Pemprov DKI Jakarta agar terus fokus menangani banjir. "Kami dukung gubernur untuk terus melanjutkan program-program penanggulangan banjir," kata dia kemarin.

    Fahira menyatakan demonstrasi merupakan hak warga negara dan dijamin undang-undang. Dia menilai ada sebagian warga yang menjadikan bencana banjir di Ibu Kota sebagai komoditas politik untuk menggerus citra Anies tanpa mau lihat fakta yang jelas. "Terkait banjir kita harus paham konstruksi penyebab banjir Jakarta," ujarnya.

    Untuk menjaga aksi di Balai Kota ini, Kepolisian Resor Metro Jakarta Pusat akan menyiapkan 300 personel.

    "Kami akan siapkan pengamanannya," kata Kapolres Jakarta Pusat Komisaris Besar Polisi Heru Novianto saat dihubungi.

    Heru mengatakan tidak akan ada pengamanan khusus yang diberikan untuk aksi dari berbagai ormas itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dijen Imigrasi Ronny Sompie Dicopot Terkait Harun Masiku

    Pencopotan Ronny Sompie dinilai sebagai cuci tangan Yasonna Laoly, yang ikut bertanggung jawab atas kesimpangsiuran informasi kasus Harun.