Empat Korban Kecelakaan Bus di Subang Dioperasi di RSUI Depok

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang warga bersama petugas kepolisian mengamati lokasi kejadian kecelakaan tunggal bus P.O Purnamasari di Nagrog, Ciater, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Minggu, 19 Januari 2020. ANTARA

    Seorang warga bersama petugas kepolisian mengamati lokasi kejadian kecelakaan tunggal bus P.O Purnamasari di Nagrog, Ciater, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Minggu, 19 Januari 2020. ANTARA

    TEMPO.CO, Depok - Empat korban kecelakaan bus di Subang menjalani operasi di Rumah Sakit Universitas Indonesia atau RSUI Depok pada Senin sekitar pukul 02.00. Tiga korban menjalani operasi ortopedi dan satu orang menjalani operasi pemasangan selang di paru-paru.

    "Satu di antaranya adalah anak 12 tahun yang mengalami luka terbuka di tangan kanan, cedera kepala, dan luka di mata," kata Manajer Pelayanan Kesehatan Spesialistik Rumah Sakit RSUI Rakhmad Hidayat di RSUI Depok.

    Ia mengatakan bahwa empat korban kecelakaan bus yang menjalani operasi di RSUI kondisinya saat ini sudah stabil. "Sekarang dalam observasi," katanya.

    RSUI juga akan melakukan operasi terhadap delapan korban kecelakaan bus yang mengalami patah tulang tertutup. "Saat ini kami sedang menunggu kesiapan dari tim dokter ortopedi," katanya.

    Kecelakaan bus pariwisata itu terjadi Sabtu lalu, 17 Januari 2020. Bus yang membawa rombongan wisata kader Posyandu Bojong Pondok Terong, Kecamatan Cipayung, Kota Depok itu mengalami kecelakaan tunggal di Kampung Nagrok, Desa Palasari, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang. Delapan kader posyandu meninggal dunia akibat kecelakaan itu.

    RSUI Depok menerima 33 korban kecelakaan bus di Subang dari RSUD Subang. Enam orang mengalami luka ringan, 23 orang terluka sedang, dan empat orang terluka berat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.