Bandara Soetta Siap Terima Pengalihan Penerbangan dari Halim

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon penumpang di Terminal 1 keberangkatan  Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten, Jumat, 27 Desember 2019. Hal ini karena pada sepanjang 2019 jumlah penumpang diperkirakan hanya akan mencapai 90,5 juta. Tempo/Tony Hartawan

    Calon penumpang di Terminal 1 keberangkatan Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten, Jumat, 27 Desember 2019. Hal ini karena pada sepanjang 2019 jumlah penumpang diperkirakan hanya akan mencapai 90,5 juta. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Tangerang-PT Angkasa Pura II Persero menyatakan Bandara Soekarno-Hatta siap menerima pengalihan penerbangan dari Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta. "Soekarno - Hatta sangat siap," ujar Vice President Corporate Communication PT Angkasa Pura II Yado Yarismano, kepada Tempo, Senin 20 Januari 2020.

    Pernyataan Yado ini menjawab pertanyaan Tempo terkait rencana pemindahan sejumlah penerbangan Halim Perdanakusuna ke Cengkareng. Ia membenarkan rencana pemindahan sejumlah maskapai tersebut akan dilakukan pada awal April 2020.

    Menurut dia penempatan penerbangan yang akan dipindahkan dari Halim, mengikuti tempat maskapai yang sudah ada. "Misalnya Citilink di Terminal 2 dan Batik Air di Terminal 1."

    Yado mengatakan Bandara Soetta masih sangat memungkinkan menambah kapasitas penerbangan mengingat fasilitas dan infrastruktur di Cengkareng yang sudah memadai. "Apalagi Runway 3 sudah beroperasi secara penuh," katanya.

    Landasan pacu atau Runway 3 Bandara Soekarno-Hatta beroperasi secara penuh pada 20 Desember 2019, dengan panjang 3000 meter dan lebar 60 meter. Sebelumnya, Runway 3 dioperasikan pada Agustus 2019, dengan panjang 2500 meter dan lebar 45 meter. "Memang total Runway 3 ini panjang 3000 meter dan lebar 60 meter jadi akan full operasi," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.