Banjir, Jalan Tol Tangerang - Merak Terancam Lumpuh

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas mengatur kendaraan yang melintasi genangan air ketika banjir merendam jalan Tol Cikampek di sekitar Jati Bening, Bekasi, Rabu, 1 Januati 2020. Hujan lebat yang mengguyur Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi sejak malam hari menyebabkan sejumlah tempat di wilayah itu terendam air. ANTARA FOTO/Saptono/foc

    Petugas mengatur kendaraan yang melintasi genangan air ketika banjir merendam jalan Tol Cikampek di sekitar Jati Bening, Bekasi, Rabu, 1 Januati 2020. Hujan lebat yang mengguyur Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi sejak malam hari menyebabkan sejumlah tempat di wilayah itu terendam air. ANTARA FOTO/Saptono/foc

    TEMPO.CO, Jakarta - Jalan Tol Tangerang – Merak terancam lumpuh tergenang banjir akibat hujan deras yang terjadi sejak Senin dini hari 27 Januari 2020. Bahkan banjir parah terjadi di arah pintu keluar Tol Cilegon Barat, tepatnya di Kelurahan Grogol dan Kelurahan Kota Sari, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon, Banten.

    Ketinggian air antara 30 hingga 50 sentimeter. Akibatnya ratusan kendaraan sempat mengalami kemacetan panjang di sepanjang jalan menuju gerbang Tol dan kawasan Industri Krakatau Steel.

    Banjir tersebut sempat memutus akses tol Tangerang – Merak ini terjadi sejak pukul 06.30 sampai dengan 08.45 WIB. sehingga arus kendaraan dari Tangerang menuju Merak terpaksa harus dikeluarkan di gerbang Tol Cilegon Timur dan Gerbang tol Merak. Selain menutup akses jalan, banjir juga merendam puluhan rumah warga di wilayah sekitar pintu keluar tol. Ketinggian air bervariasi, mulai dari semata kaki hingga ada yang mencapai pinggang orang dewasa.

    Kepala Divisi Hukum dan Hubungan Masyarakat PT Marga Mandalasakti (PT MMS ), Indah Permanasari, selaku pengelola jalan tol Tangerang – Merak mengatakan bersama PJR Turangga melakukan pengalihan lalu lintas ke Gerbang Tol Merak sejak pukul 06.30 sampai dengan 08.45 WIB. “Curah hujan yang tinggi dan durasi yang lama menyebabkan terjadinya genangan di akses masuk Gerbang Tol Cilegon Barat, setelah itu Gerbang Tol Cilegon Barat kembali normal dan sudah bisa dilalui seperti sedia kala,” ujar Indah kepada Tempo Senin, 27 Januari 2020.

    Menurut Indah, PT MMS telah melakukan sejumlah langkah-langkah untuk mengantisipasi terjadi banjir susulan, diantaranya melakukan pembersihan saluran air yang sempat tersumbat akibat tumpukan sampah dan pengamanan petugas di akses menuju keluar dan masuk Gerbang Tol Cilegon Barat untuk melakukan manajemen lalu lintas.

    “Perlu kami sampaikan bahwa saluran air jalan tol sesuai regulasi hanya dirancang untuk menampung dan menyalurkan air dari badan jalan tol saja, bukan untuk menampung dan mendistribusikan air dari kawasan sekitar jalan tol,” katanya.

    Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Kota Cilegon, Erwin Harahap mengatakan, banjir yang terjadi di Kota Cilegon terdapat di beberapa titik, yakni mulai dari akses Cilegon Barat, Perumahan Puri di Kelurahan Kota Sari, hingga wilayah Merak. “Tim sudah turun ke sejumlah titik banjir dan masih terus melakukan pendataan di wilayah terdampak banjir. Sebab banjir terjadi di beberapa titik,” katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Wuhan Menjangkiti Kapal Pesiar Diamond Princess

    Jumlah orang yang terinfeksi virus korona Wuhan sampai Minggu, 16 Februari 2020 mencapai 71.226 orang. Termasuk di kapal pesiar Diamond Princess.