191 Pohon di Monas Ditebang, DKI Bakal Tanam 573 Pohon Pengganti

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penanaman pohon di area revitalisasi Monas, Jakarta Pusat masih berlangsung hingga hari ini, Rabu, 5 Februari 2020. TEMPO/Lani Diana

    Penanaman pohon di area revitalisasi Monas, Jakarta Pusat masih berlangsung hingga hari ini, Rabu, 5 Februari 2020. TEMPO/Lani Diana

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Seksi Pelayanan UPK Monas Irfal Guci mengatakan 573 pohon akan ditanam sebagai pengganti 191 pohon di Monas yang ditebang dalam proyek revitalisasi Monas.  

    Dari 191 pohon yang ditebang itu, 85 di antaranya telah ditanam kembali di wilayah timur dan barat Monumen Nasional. "Yang dipindahkan rata-rata pohon buah yang kecil," kata Irfal saat dihubungi, Rabu, 5 Januari 2020.

    Menurut Irfal, DKI bakal mengganti tiga kali lipat pohon yang ditebang karena revitalisasi Monas. Pemerintah saat ini telah menanam kembali 198 pohon pengganti di sisi barat dan 105 pohon di sisi utara.

    Pemerintah bakal menanam 573 pohon pengganti di sekitar kawasan Monas. "Yang sudah ditanam ada 303 pohon. Sisanya menyusul," kata dia.

    Sepertiga dari 191 pohon yang ditebang, atau lebih dari 50 pohon, merupakan kategori besar. Pohon besar yang ditebang itu berjenis mahoni, bungur, jati, glodokan tiang, trembesi dan pule. 

    Pemerintah, kata dia, bakal kembali menanam seluruh jenis pohon yang ditebang. UPK Monas, kata dia, mendapatkan tujuh sampel pohon besar yang sudah ditebang.

    Ketujuh pohon tersebut terdiri dari pohon jati, mahoni, glodokan tiang dan palm raja. "Pohon jati yang ditebang cuma satu. Yang tujuh itu cuma sampel saja, bahwa ada pemotongan jenis pohon itu," ujarnya.

    Pada saat ini, Pemprov DKI telah memindahkan batang pohon di Monas yang kena tebang proyek revitalisasi Monas ke gudang milik Dinas Kehutanan DKI di Pulogadung, Jakarta Timur.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.