Ridwan Kamil: Bogor Bakal Punya 2 Fasilitas Pengolah Sampah

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wali Kota Bogor di dampingi jajarannya dan Kadis DLH Kabupaten Bogor, saat meninjau pembangunan TPPS Nambo, Klapanunggal, Bogor, Kamis 14 November 2019. TEMPO/M.A MURTADHO

    Wali Kota Bogor di dampingi jajarannya dan Kadis DLH Kabupaten Bogor, saat meninjau pembangunan TPPS Nambo, Klapanunggal, Bogor, Kamis 14 November 2019. TEMPO/M.A MURTADHO

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, wilayah Bogor akan punya dua fasilitas pengolah sampah yang menghasilkan energi atau waste to energy.

    Ridwan Kamil mengatakan, sistem pengolah sampah pertama yang tengah dibangun yakni, Tempat Pembuangan dan Pemrosesan Akhir Sampah atau TPPAS Lulut Nambo di Kabupaten Bogor. Fasilitas pengolah sampah tersebut tengah dibangun oleh PT Jabar Bersih Lestari.

    Fasilitas ini akan mengolah sampah menjadi RDF atau bahan bakar pengganti batu-bara untuk memasok pabrik semen.

    TPPAS Nambo akan melayani Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Depok, serta Tangerang Selatan. “Nambo ini akan selesai target November-Desember tahun ini. Jadi akhir tahun ini kita akan punya waste to energy pertama yang mengubah sampah, municipal-waste kota, menjadi pengganti batu-bara atau RDF,” kata Ridwan Kamil.

    Ridwan Kamil mengatakan, fasilitas kedua berupa pengolah sampah plastik menjadi solar untuk mesin diesel. “Lokasinya di (TPA) Galuga yang eksisting sekarang,” kata dia.

    Fasilitas pengolah sampah plastik menjadi solar tersebut akan dibangun oleh Plastic Energy, perusahaan asal Inggris yang telah mengoperasikan fasilitas serupa di sejumlah negara Eropa. “Bulan ini lagi digambar DED (Detail Enginering Designnya)-nya, gambar kerjanya seperti apa,” kata mantan Wali Kota Bandung itu.

    Ridwan Kamil mengatakan, Plastic Energy membutuhkan waktu 9 bulan untuk membangun setiap fasilitas pengolah sampah plastik. Plastic Energy menyanggupi untuk membangun fasilitas pengolah sampah plastik di Galuga tahun ini. “Pembangunannya di pertengahan tahun ini,” kata dia.

    Dua fasilitas pengolah sampah tersebut akan mengolah sampah berbeda. Fasilitas pengolah sampah yang akan dibangun oleh Plastic Energy khusus mengolah sampah plastik dengan kapasitas pengolahan 600 ton plastik per hari. Sementara sampah organik akan di olah di TPPAS Lulut Nambo.

    “Sampah plastiknya di eksisting Galuga sekarang, sampah lainnya bersama Depok dan Tangerang Selatan itu di Nambo,” kata Ridwan Kamil.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.