Dinas Kesehatan Jakarta Sosialisasi Virus Corona di Apartemen

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat saat sosialisasi terkait virus Corona di  apartement Mediterania Residents, Kamis 6 Februari 2020. Tempo/Taufiq Siddiq

    Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat saat sosialisasi terkait virus Corona di apartement Mediterania Residents, Kamis 6 Februari 2020. Tempo/Taufiq Siddiq

    TEMPO.CO, Jakarta - Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat gelar sosialisasi penularan virus Corona kepada penghuni apartemen Mediterania Residents. Dokter dari suku dinas kesehatan Jakarta Barat, Wulan, menjelaskan bahaya virus Corona yang bisa menyebabkan kematian akibat gagal napas. "Ini salah satu virus yang berbahaya saat ini karena bisa menyebabkan kematian," ujarnya Kamis 6 Februari 2020.

    Wulan menyebutkan berdasarkan data WHO per 5 Februari 2020 tercatat 492 orang meninggal akibat terjangkit virus Corona. Sebanyak 24.000 lebih laporan kasus virus Corona di 32 negara.

    Ia mengatakan virus Corona sangat mudah menular dengan adanya kontak fisik terutama melalui tangan dengan pengidap atau bersentuhan dengan alat-alat yang ada virus Corona. Penularan bisa terjadi saat virus masuk lewat mulut, hidung, mata melalui tangan atau terhirup.

    Wulan mengatakan gejala tertular virus Corona bisa terlihat dari demam, flu, pilek, dan gangguan kerongkongan. Dia meminta masyarakat untuk segera melapor jika merasakan gejala tersebut, terutama bagi warga yang punya riwayat perjalanan dari Cina, dimana tempat virus Corona mulai menyebar.

    Bahaya lain dari virus Corona saat ini ialah belum ditemukan obat atau vaksin. Wulan menegaskan hingga saat ini kasus virus Corona belum ada di Jakarta. Ihwal pemberitaan suspek atau orang yang dirawat atas gejala virus Corona, ternyata hasilnya negatif. "Jadi saat ini belum ada kasus Corona di Jakarta," ujarnya.

    Wulan menyebutkan untuk mengantisipasi penularan virus Corona, bisa dimulai dengan rajin mencuci tangan dengan benar, yaitu dengan menggunakan sabun dan air mengalir. Saat batuk jangan ditutup dengan telapak tangan melainkan dengan lengan tangan agar tidak ada virus atau kuman yang menempel di telapak tangan.

    Dokter juga menyarankan agar menggunakan masker bagi yang sedang batuk. "Harus diperhatikan kebersihanya." ujarnya.

    Saat ini, lanjut dia, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah siap siaga jika ditemukan virus Corona di Indonesia. Menurut dia, setiap Puskesmas dan klinik kesehatan sudah disosialisasikan mengenai penanganannya. Selaia itu, pintu masuk internasional di Jakarta juga diperketat dengan pemeriksaan kesehatan.

    TAUFIQ SIDDIQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.