Banjir Jakarta, Anies Baswedan Sebut Curah Hujan Tinggi

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau lokasi banjir di RW14 Kelurahan Duri Kosambi, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, 2 Januari 2020. Tempo/Imam Hamdi

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau lokasi banjir di RW14 Kelurahan Duri Kosambi, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, 2 Januari 2020. Tempo/Imam Hamdi

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menjelaskan penyebab banjir yang merendam sejumlah titik di Jakarta sejak pagi tadi. Anies menyebutkan berdasarkan data BMKG tercatat curah hujan yang turun khususnya di bagian selatan Jakarta dan Bogor dengan intensitas ekstrim mencapai 244.2mm/hari.

    "Kawasan hulu dan sisi timur laut Jakarta pagi tadi mengalami hujan tinggi dan ekstrim," ujar Anies dalam akun Instagramnya, Sabtu 8 Februari 2020. Anies melanjutkan di sisi lain, sejak Jumat sore kemarin hujan yang terus turun di wilayah hulu menyebabkan tinggi muka air di Bendungan Katulampa naik dan pada Jumat malam berstatus waspada.

    Anies mengatakan kondisi tersebut berlanjut dengan naiknya jumlah volume air yang datang ke Jakarta. Hal tersebut, kata dia, terlihat dari tinggi muka air yang mencapai 925 cm dengan status Siaga II pada pukul 08.00 Sabtu pagi tadi.

    Anies menambahkan arus air juga mengangkut sampah hingga tertumpuk di pintu air Manggarai. Setidaknya, kata dia, hingga pagi tadi petugas sudah membersihkan 200 ton lebih sampah di pintu air Manggarai.

    Selain itu, Anies melanjutkan, di hilir yaitu teluk Jakarta saat ini sedang pasang hingga sejumlah pintu air harus dikendalikan karena tidak bisa mengalir ke laut. Ia memperkirakan air pasang tersebut akan surut pada pukul 11.00 WIB. 

    "Saat ini semua pintu air dikendalikan sembari memonitor ketinggian permukaan air laut. Begitu permukaan air laut mulai surut maka semua pintu air bisa dibuka," ujar Anies Baswedan.

    Ia menyatakan telah menyiagakan petugas sejak Sabtu malam dan memberitahu warga saat ada potensi banjir terutama yang tinggal di bantaran sungai.

    Data BPBD DKI pada pagi ini mencatat ada 21 titik tergenang banjir akibat hujan yang mengguyur Jakarta sejak malam dinihari. Dengan rincian di Jakarta Pusat 5 lokasi dengan ketinggian 10-60cm, Jakarta Utara 4 titik dengan ketinggian 10-30 cm. Lalu di Jakarta Barat 1 lokasi dengan ketinggian 10-30cm, Jakarta Timur satu titik dengan ketinggian 20-30cm dan Jakarta Timur 10 titik dengan ketinggian 5-100cm.

    TAUFIQ SIDDIQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ETLE, Berlakunya Sistem Tilang Elektronik Kepada Sepeda Motor

    Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya telah memberlakukan sistem tilang elektronik (ETLE) kepada pengendara sepeda motor.