WNI yang Dikarantina di Natuna Dipastikan Negatif Virus Corona

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota Palang Merah Indonesia (PMI) membagikan pamflet sosialisasi pencegahan virus Corona pada warga di Kota Tua Penagi, Ranai, Natuna, Kepulauan Riau, Kamis 6 Februari 2020. Sosialisasi kesehatan tersebut sebagai bentuk kepedulian bagi warga yang tinggal berjarak sekitar satu kilometer dari tempat diobservasinya 238 WNI pascaevakuasi dari Wuhan, Hubei, China yang memasuki hari kelima dalam keadaan sehat dan baik. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

    Anggota Palang Merah Indonesia (PMI) membagikan pamflet sosialisasi pencegahan virus Corona pada warga di Kota Tua Penagi, Ranai, Natuna, Kepulauan Riau, Kamis 6 Februari 2020. Sosialisasi kesehatan tersebut sebagai bentuk kepedulian bagi warga yang tinggal berjarak sekitar satu kilometer dari tempat diobservasinya 238 WNI pascaevakuasi dari Wuhan, Hubei, China yang memasuki hari kelima dalam keadaan sehat dan baik. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebanyak 237 warga negara Indonesia (WNI) plus 1 warga negara asing yang dikarantina atau diobservasi di Natuna karena virus Corona akan tiba di Lapangan Udara Halim Perdana Kusuma, hari ini, Sabtu, 15 Februari 2020. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Provinsi DKI Dwi Oktavia Handayani mengatakan seluruh warga yang telah menjalani observasi dipastikan sehat.

    "Kesehatan mereka sudah diperiksa oleh Kementerian Kesehatan di Natuna," kata Dwi saat dihubungi, Sabtu, 15 Februari 2020. "Mereka sudah dipastikan bebas Corona."

    Dua ratusan WNI yang dikarantina di Natuna untuk menghindari virus corona di Cina ini berasal dari 28 daerah di Indonesia. Rinciannya, Aceh (13 Orang), Bali (2), Bangka Belitung (1), Banten (5), Bengkulu dan DIY (2), serta Gorontalo 1 orang orang. Kemudian, DKI Jakarta 16 orang, Jambi (4), Jawa Barat (9), Jawa Tengah (10) dan Jawa Timur yang terbanyak 65 orang.

    Lalu ada, Kalimantan Barat 4 orang, Kalimantan Timur (15), Kalimantan Selatan (8), Kalimantan Tengah (4) dan Kepulauan Riau 2 orang. Berikutnya, Lampung 1 orang, NTB (4), Papua (5), Papua Barat (9), Riau (6), Sulawesi Barat (2), Sulawesi Selatan (16), Sulawesi Tengah (2), Sulawesi Tenggara (4), Sumatera Utara (4) dan Sumatera Barat 1 orang.

    Dwi mengatakan Dinas Kesehatan DKI terlibat dalam penyambutan seluruh warga yang telah diobservasi untuk melakukan pendataan administrasi. Khususnya bagi warga yang berdomisili di ibu kota. "Informasi yang kami terima sebagian warga yang datang juga mau tinggal sementara di Jakarta, baru setelahnya kembali ke daerah asalnya," ujarnya.

    Dwi mengimbau masyarakat tidak khawatir terhadap kesehatan warga yang datang dari Natuna. Sebab, mereka telah dinyatakan sehat.

    "Jadi baik saudara, tetangga dan kerabat tidak perlu khawatir. Mereka sehat dan sudah menjalani observasi," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kebijakan Lockdown Merupakan Kewenangan Pemerintah Pusat

    Presiden Joko Widodo menegaskan kebijakan lockdown merupakan wewenang pusat. Lockdown adalah salah satu jenis karantina dalam Undang-undang.