Cerita Ahok Soal Pecah Kongsi dengan Sunny Tanuwidjaja

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok (kiri), bersama Staff khususnya, Sunny Tanuwidjaja, menjadi saksi dalam sidang dengan terdakwa Mohamad Sanusi di Pengadilan Tipikor, Jakarta, 5 September 2016. Jaksa Penuntut Umum KPK menghadirkan Ahok dan Sunny memberikan keterangan saksi. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

TEMPO.CO, Jakarta - Rencana Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok maju pemilihan gubernur (Pilgub) DKI Jakarta 2017 lewat jalur independen batal setelah terkuak eks orang kepercayaannya, Sunny Tanuwidjaja, diduga terlibat perkara suap reklamasi Teluk Jakarta. Mulanya Ahok hakul yakin maju Pilgub DKI 2017 melalui dukungan satu juta KTP yang dikumpulkan gerakan "Teman Ahok".

Ahok menyebut, Sunny telah menelepon terdakwa suap reklamasi, Mohammad Sanusi, dari dalam ruang kerja gubernur. "Gue marah besar," kata Ahok kepada tim Majalah Tempo, Rabu, 12 Februari 2020.

Ahok mendengar rekaman pembicaraan itu yang dibuka dalam persidangan perkara suap Sanusi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta Pusat pada 25 Juli 2016. Kala itu Ahok dihadirkan sebagai saksi.

Dari rekaman sadapan itu, Sunny menanyakan kepada Sanusi mengapa rancangan peraturan daerah tentang reklamasi tak kunjung rampung. Sebelum terjerat perkara korupsi, Sanusi menjabat sebagai anggota DPRD DKI.

Sejak saat itu hubungan Ahok dan Sunny renggang. Sunny tak terlihat lagi di Balai Kota Jakarta. Padahal, Sunny selalu ada kemanapun Ahok pergi. Sunny diduga menjadi penghubung antara pengembang reklamasi dan Ahok.

CEO Supporting Property Agung Sedayu Group, Richard Halim Kusuma, pengembang pulau reklamasi, kerap menyampaikan pesan ayahnya, Sugianto Kusuma alias Aguan, kepada Ahok melalui Sunny.

Rencana Ahok maju jalur independen lewat gerakan "Teman Ahok" pun berantakan. Dia memilih maju Pilgub DKI 2017 lewat partai politik. Tiga parpol resmi mendukungnya, yaitu NasDem, Hanura, dan Golkar. Menurut dia, ketiga partai itu mendukungnya tanpa syarat.

"Syaratnya hanya bangun DKI. Kami harus hargai mereka juga," ujar Ahok di Balai Kota, Rabu 3 Agustus 2016.

Bahkan, setelah keluar penjara, Ahok ogah bergabung ke kelompok pendukungnya yang kini banyak aktif di Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Dia memilih bergabung dengan PDIP.

Baca selengkapnya di Majalah Tempo

I WAYAN AGUS PURNOMO






Jakarta Punye Sejarah: Hari ini 8 Tahun Lalu Jokowi Melantik Ahok Jadi Gubernur DKI Jakarta

9 hari lalu

Jakarta Punye Sejarah: Hari ini 8 Tahun Lalu Jokowi Melantik Ahok Jadi Gubernur DKI Jakarta

Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dilantik menjadi Gubernur DKI Jakarta definitif pada Rabu, 19 November 2014.


Abraham Samad Sebut Banyak Salah Kelola Pertambangan di Indonesia

11 hari lalu

Abraham Samad Sebut Banyak Salah Kelola Pertambangan di Indonesia

Abraham Samad berkata carut-marutnya tata kelola pertambangan di Indonesia disebabkan beberapa hal seperti perizinan dan kontrak karya tambang.


Diplomasi Mangrove Jokowi di G20 dan Aturan yang Bertabrakan

11 hari lalu

Diplomasi Mangrove Jokowi di G20 dan Aturan yang Bertabrakan

Walhi menilai mangrove sering dijadikan "barang dagangan" di sejumlah forum internasional. Aturan pemerintah bertabrakan dengan pelestarian mangrove.


Maju Mundur Pergub Penggusuran, Diteken Ahok, Dicabut Anies, & Heru Budi Masih Evaluasi

19 hari lalu

Maju Mundur Pergub Penggusuran, Diteken Ahok, Dicabut Anies, & Heru Budi Masih Evaluasi

Heru Budi Hartno mengatakan saat ini pihaknya masih membahas Pergub Penggusuran yang dikembalikan oleh Kementerian Dalam Negeri.


Anies Baswedan Cabut Pergub Ahok Soal Penggusuran, Heru Budi Hartono Akan Evaluasi

24 hari lalu

Anies Baswedan Cabut Pergub Ahok Soal Penggusuran, Heru Budi Hartono Akan Evaluasi

Heru Budi Hartono mengevaluasi proses pencabutan peraturan gubernur soal penggusuran yang diurus oleh Gubernur Anies Baswedan.


Reuni Aksi 411 di Istana, Polda Metro Jaya Sebut Belum Ada Surat pemberitahuan

26 hari lalu

Reuni Aksi 411 di Istana, Polda Metro Jaya Sebut Belum Ada Surat pemberitahuan

Presidium Gerakan Nasional Pembela Rakyat (GNPR) berencana menggelar reuni aksi 411 pada 4 November 2022 di depan Istana Merdeka


Dukung Heru Budi Aktifkan Pengaduan Warga di Balai Kota Seperti Era Ahok, Anggota DPRD: Harus Ada Solusi

34 hari lalu

Dukung Heru Budi Aktifkan Pengaduan Warga di Balai Kota Seperti Era Ahok, Anggota DPRD: Harus Ada Solusi

Selain pengaduan langsung di Balai Kota, masyarakat juga bisa melayangkan aduan di kantor wali kota, kecamatan, kelurahan dan aplikasi JaKi.


Teddy Minahasa Pindah ke Hotman Paris & Heru Budi Lanjutkan Normalisasi Ciliwung Ala Ahok Jadi Top 3 Metro

34 hari lalu

Teddy Minahasa Pindah ke Hotman Paris & Heru Budi Lanjutkan Normalisasi Ciliwung Ala Ahok Jadi Top 3 Metro

Berita Henry Yosodiningrat mengundurkan diri dari pengacara Teddy Minahasa masuk Top 3 Metroi. Ada juga Heru Budi lanjutkan normalisas Ciliwung.


Heru Budi Hidupkan Lagi Normalisasi Kali Ala Ahok yang Ditolak Anies, Inventarisasi Lahan

35 hari lalu

Heru Budi Hidupkan Lagi Normalisasi Kali Ala Ahok yang Ditolak Anies, Inventarisasi Lahan

Heru Budi Hartono hidupkan lagi normalisasi sungai ala Ahok yang ditolak Anies Baswedan.


5 Gebrakan Heru Budi Hartono Usai Dilantik Jadi Penjabat Gubernur DKI Jakarta

39 hari lalu

5 Gebrakan Heru Budi Hartono Usai Dilantik Jadi Penjabat Gubernur DKI Jakarta

Heru Budi Hartono resmi menggantikan Anies Baswedan setelah dilantik Senin lalu. Heru jadi Penjabat Gubernur DKI Jakarta hingga 2024 mendatang.