Staf Ahok Terpecah Jadi Dua Kubu Setelah Isu Korupsi Reklamasi Jakarta

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menyapa terdakwa Mohamad Sanusi saat menjadi saksi penyuapan pembahasan rancangan peraturan daerah (raperda) reklamasi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta Pusat, 5 September 2016. TEMPO/Larissa

    Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menyapa terdakwa Mohamad Sanusi saat menjadi saksi penyuapan pembahasan rancangan peraturan daerah (raperda) reklamasi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta Pusat, 5 September 2016. TEMPO/Larissa

    TEMPO.CO, Jakarta - Staf Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok terpecah menjadi dua kubu setelah mencuat perkara suap reklamasi Teluk Jakarta dan laporan Majalah Tempo soal dugaan aliran dana ke Teman Ahok pada Juni 2016. Ahok menyebut satu kubu ada di pihaknya. Sementara satu kubu lagi ikut eks kaki tangan Ahok, Sunny Tanuwidjaja.

    "Pecah, udah kayak musuh-musuhan," kata Ahok kepada tim Majalah Tempo, Rabu, 12 Februari 2020.

    Mereka yang merapat ke kubu Sunny Tanuwidjaja adalah Michael Sianipar, Rian Ernest, dan Idris Ahmad. Ketiganya bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang didirikan Sunny. Sunny kini menjabat Ketua Dewan Pembina PSI. Anggota staf lain yang tetap bersama Ahok adalah Sakti Budiono. Sementara Ima Mahdiah mengikuti Ahok di PDIP.

    Laporan Majalah Tempo mengungkap adanya aliran dana dari pengembang reklamasi ke Teman Ahok. Teman Ahok adalah organisasi yang didesain Sunny bersama Cyrus Network. Teman Ahok dibentuk untuk mendukung Ahok maju sebagai calon independen dalam pemilihan gubernur (Pilgub) DKI Jakarta 2017.

    Salah satu temuan Majalah Tempo, yakni pembelian Toyota Avanza oleh Cyrus untuk mantan anggota staf Ahok, Michael Sianipar. Michael kini menjabat sebagai Ketua Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DKI. Ahok kaget setelah membaca laporan Majalah Tempo.

    Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama nonton film 3 Srikandi bersama pendukungnya Teman Ahok dan simpatisan warga Jakarta di Balai Sarbini pada Kamis, 24 November 2016. Tempo/Avit Hidayat

    Mantan Gubernur DKI ini lalu memanggil Michael untuk dimintai klarifikasi. Michael menjelaskan, pembelian mobil itu berasa dari uang pinjaman. "Mau meminjam uang juga mestinya setahu gue," ujar Ahok dengan nada tinggi.

    Hubungan keduanya pun mendingin. Michael pernah berupaya menjenguk mantan bosnya itu yang mendekam di Mako Brimob Depok. Namun, Ahok menolak menyambut kedatangan Michael. Michael lalu menitipkan surat.

    Rencana Ahok maju jalur independen lewat gerakan Teman Ahok pun berantakan. Dia memilih maju Pilgub DKI 2017 lewat partai politik. Tiga parpol resmi mendukungnya, yaitu NasDem, Hanura, dan Golkar. Menurut dia, ketiga partai mendukungnya tanpa syarat.

    "Syaratnya hanya bangun DKI. Kami harus hargai mereka juga," ujar Ahok di Balai Kota, Rabu 3 Agustus 2016.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara