Pengamat Sayangkan Anies Tak Lanjutkan Program Jokowi dan Ahok Tangani Banjir

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Banten Wahidin Halim, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan serta Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat rapat tekait banjir bersama Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, 8 Januari 2020. Banjir melanda sejumlah daerah di Indonesia pada 1 Januari 2020 lalu. TEMPO/Subekti

    Gubernur Banten Wahidin Halim, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan serta Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat rapat tekait banjir bersama Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, 8 Januari 2020. Banjir melanda sejumlah daerah di Indonesia pada 1 Januari 2020 lalu. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengamat tata kota dari Universitas Trisakti, Nirwono Joga, menyayangkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tidak melanjutkan program gubernur terdahulu dalam menangani banjir. Menurut Nirwono, sikap Anies itu justru menimbulkan ketidakjelasan kelanjutan program DKI sebelumnya seperti normalisasi kali. Alhasil, banjir melanda Ibu Kota pada awal tahun ini.

    "Upaya yang telah dirintis Pak Jokowi dan kemudian dilanjutkan Pak Ahok dengan lebih giat lagi dalam menangani banjir sayangnya tidak dilanjutkan oleh Pak Anies," kata Nirwono saat dihubungi, Senin, 17 Februari 2020.

    Menurut dia, banjir di awal Januari dan Februari lalu membuktikan tidak ada upaya serius dari Anies Baswedan dalam mengantisipasi dan menangani banjir.

    Pemerintah DKI sebelumnya memiliki program berupa normalisasi kali Ciliwung, Pesanggrahan, Angke, dan Sunter. Program ini, Nirwono menyampaikan sudah dimulai sejak era mantan Gubernur Fauzi Bowo alias Foke yang rencananya rampung 2020.

    Dia berujar, gubernur Jakarta sebelumnya, Joko Widodo sudah mulai upaya penanganan banjir dengan merevitalisasi Waduk Pluit, Jakarta Utara dan Waduk Ria Rio, Jakarta Timur. Di era Jokowi ini juga pemerintah DKI mensosialisasikan dan merencanakan penataan bantaran kali sekaligus relokasi warga.

    Program ini dilanjutkan mantan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Ahok, Nirwono merinci, telah merealisasikan penataan Kali Ciliwung di Kampung Pulo, Jatinegara, Jakarta Timur.

    "Dapat terwujud setelah sekian gubernur DKI tidak pernah berhasil menatanya serta pembongkaran bangunan di atas saluran air juga banyak dilakukan, dan pembebasan lahan untuk pembangunan waduk-waduk baru juga dilakukan," jelas dia.

    Sebelumnya, lembaga survei bernama Indo Barometer menjabarkan, publik nasional menganggap mantan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok paling berhasil mengatasi masalah banjir. Persentasenya mencapai 42 persen. Kemudian di posisi kedua ditempati oleh mantan Gubernur DKI Joko Widodo dengan tingkat keberhasilan 25 persen. Barulah Anies duduk di posisi terakhir yang meraup 4,1 persen.

    Tak hanya itu, Anies juga mendapat rapor merah soal mengatasi kemacetan. Lagi-lagi Gubernur Jakarta yang dianggap paling berhasil mengatasi kemacetan adalah Ahok yang meraup 35,3 persen dan disusul Joko Widodo sebesar 25,3 persen. Sementara persentase Anies menukik tajam, yakni 8,3 persen.

    Survei ini dilakukan pada 9-15 Januari 2020 dengan menggunakan metode stratified multistage random sampling yang melibatkan sampel sebanyak 1.200 responden dari seluruh Indonesia, dengan margin of error sebesar ± 2,83 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

    Survei dilakukan tak lama setelah Jakarta dilanda banjir pada awal Januari lalu. Hujan ekstrim yang mengguyur Jakarta sejak malam tahun baru membuat beberapa kawasan terendam. Hal ini diperparah dengan datangnya air dari Bogor.

    DEWI NURITA | LANI DIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.