Kata Ahok Soal Survei Lebih Baik dari Anies Baswedan Atasi Banjir

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tertawa bersama dengan Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama (Ahok) usai hadiri acara pelantikan anggota DPRD DKI Jakarta di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin, 26 Agustus 2019. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tertawa bersama dengan Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama (Ahok) usai hadiri acara pelantikan anggota DPRD DKI Jakarta di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin, 26 Agustus 2019. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menyatakan resepnya mengatasi banjir Jakarta hanyalah melanjutkan program gubernur sebelumnya.

    Sebelumnya, survei Indo Barometer menyebut Ahok dianggap sebagai gubernur DKI paling berhasil mengatasi banjir dibandingkan Anies Baswedan. Menanggapi hal itu, Ahok mengatakan bahwa ia melaksanakan desain yang dilakukan para insinyur Belanda dan melanjutkan program gubernur sebelumnya.

    "Saya hanya melanjutkan program Gubernur sebelumnya. Pak Jokowi. Dan siapa pun Gubernurnya bisa berhasil asalkan mengikuti desain yang dibuat para engineer," kata Ahok kepada Tempo usai peluncuran bukunya "Panggil Saya BTP" di Ruang dan Tempo, Jakarta, Senin, 17 Februari 2020.

    Lebih lanjut ia mengatakan bahwa konsep penanganan banjir itu diadopsi dari Belanda. "Sudah ada Kanal Banjir Barat, ada Cakung Drain. Dan di timur ada Kanal Banjir Timur, yaitu Cengkareng Drain. Depan masih ada waduk. Di depan bikin lagi waduk di barat dan timur. Tanggul. 1300 saluran mesti bersih. Pompa-pompa mesti jalan. Jadi sebelum hujan mesti dikosongin. Alat berat mesti keruk terus. Itu kan aluvial. Dari hulu kan turun terus mesti dikeruk terus. Jadi itu bukan ilmu saya. Itu ilmunya dari Belanda."

    Menurutnya konsep itu dia ikut sesuai desain dari zaman Belanda dan dari gubernur-gubernur sebelumnya serta mengikuti kebijakan Menteri PUPR. "Siapa pun bisa. Bukan rocket design."

    Hasil survei yang diungkap Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari menunjukkan gubernur Jakarta yang dianggap paling berhasil dalam masalah banjir Jakarta menurut publik nasional adalah Ahok.

    Dalam pemaparan hasil survei di Hotel Atlet Century, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok memperoleh angka tertinggi 42 persen, disusul Joko Widodo (25 persen), dan Anies Baswedan (4,1 persen).

    Survei Indo Barometer ini dilakukan pada 9-15 Januari 2020 dengan menggunakan metode stratified multistage random sampling yang melibatkan sampel sebanyak 1.200 responden dari seluruh Indonesia, dengan margin of error sebesar ± 2,83 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

    Survei dilakukan tak lama setelah Jakarta dilanda banjir pada awal Januari 2020. Hujan ekstrem yang mengguyur Jakarta sejak malam tahun baru membuat beberapa kawasan terendam. Hal ini diperparah dengan datangnya air dari Bogor.

    Namun Anies Baswedan menyebut banjir awal 2020 tak separah banjir pada 2013 di era Jokowi dan 2017 saat Ahok memimpin Jakarta. "Kantor tutup tidak ada, mall tutup tidak ada, Bundaran HI ketutup tidak ada. Itu semua tidak ada," kata Anies pada 9 Januari 2020.

    Soal banjir Jakarta pada tahun baru 2020 yang disebut Anies Baswedan akibat curah hujan ekstrem, Ahok mengatakan masalah itu bisa diatasi jika mengikuti ilmu dari Belanda dan gubernur sebelumnya. "Kalaupun mau lebih tinggi, prinsip air kan, bagi rata. Jadi kemarin itu belum dikirim Katulampa saja sudah hancur kita. Karena nggak dipompa tidak disalurkan. Jadi ikuti Belanda ajalah, udahlah," kata Ahok. 

    KIKI ASTARI | MARTHA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.