Harga Masker Melonjak di DKI Jakarta, Ini Penyebabnya

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah Karyawan memakai masker saat berada di kawasan gedung BRI di Jakarta, Kamis, 22 Januari 2020. Sejumlah karyawan mengenakan masker karena terdapat isu bahwa adanya seorang karyawan Huawei yang terjangkit Virus Corona. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Sejumlah Karyawan memakai masker saat berada di kawasan gedung BRI di Jakarta, Kamis, 22 Januari 2020. Sejumlah karyawan mengenakan masker karena terdapat isu bahwa adanya seorang karyawan Huawei yang terjangkit Virus Corona. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Lonjakan harga masker di DKI Jakarta ditenggarai karena tingginya permintaan. Selain itu, produksi masker juga disebut terhambat karena ketersediaan bahan baku. 

    Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo menyebut bahan baku masker yang diimpor dari Cina menurun seiring dengan merebaknya virus corona. Sementara itu, permintaan pasar terhadap masker besar.

    "Jadi kalau bahan bakunya berkurang, otomatis harganya juga pasti akan naik ditambah lagi berita-berita yang mengatakan bahwa ada virus corona yang dampaknya begitu hebat kan," kata Ratu di Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa, 18 Februari 2020. "Memang barangnya langka."

    Ratu berujar tak salah apabila masyarakat berbondong-bondong mencari masker dan menyimpannya untuk proteksi diri. Hanya saja, menurut dia, sesuai pernyataan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto bahwa mereka yang menggunakan masker hanyalah orang sakit. Artinya, orang sehat tak perlu mengenakan masker.

    Sebelumnya, harga masker jenis N95 dan masker bedah (surgical mask) melonjak setelah kabar soal wabah virus corona. Diberitakan harga masker bedah per boks melonjak hingga lima kali lipat, dari semula sebesar Rp 30.000 per boks menjadi Rp 150.000 per boks. Sementara harga masker N95 naik dari ratusan ribu menjadi jutaan rupiah per boks.

    Dinas PPKUKM DKI pun berencana menyidak beberapa toko alat kesehatan dan apotek di Ibu Kota. Salah satu yang disasar adalah toko alat kesehatan di Pasar Pramuka, Jakarta Timur. Pemerintah DKI Jakarta bakal menggandeng Polda Metro Jaya guna mencari tau penyebab melonjaknya harga masker tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara