Bapeten Pastikan Reaktor Nuklir Serpong Tak Bocor

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) dan Bada Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) melakukan dekontaminasi terhadap tanah yang terpapar radiasi radioaktif di Perumahan Batan Indah, Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Selasa, 18 Februari 2020. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Petugas Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) dan Bada Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) melakukan dekontaminasi terhadap tanah yang terpapar radiasi radioaktif di Perumahan Batan Indah, Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Selasa, 18 Februari 2020. TEMPO/M Taufan Rengganis

     
    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) menegaskan kontaminasi zat radioaktif yang ditemukan di tanah kosong Perumahan Batan Indah, Serpong, Tangerang Selatan bukan berasal dari kebocoran fasilitas reaktor nuklir yang ada di kawasan Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspiptek) Serpong. 
     
    Kepala Bapeten, Jazi Eko Istiyanto, memastikan fasilitas reaktor riset GA Siwabessy yang berdiri sejak 1987 sampai saat ini masih berjalan baik. Pengawasan terhadap aktivitas reaktor dan pekerja di tempat tersebut juga dilakukan dengan baik.
     
    Jazi menjelaskan ada sembilan detektor pemantau radiasi di komplek Puspiptek Serpong yang akan memberikan informasi terkini jika terjadi kebocoran. "Dan terkait temuan ini tidak ada notifikasi atau pemberitahuan adanya kebocoran itu," kata Jazi di Gedung BPPT, kemarin.
     
    Selain itu, tim monitoring Bapeten yang rutin memeriksa kawasan sekitar Puspitek dengan  mobile detector tidak menemukan area dengan tingkat radiasi tinggi seperti di area tanah kosong Perumahan Batan Indah tersebut. Adapun jarak komplek Batan Indah dengan reaktor di Serpong sekitar tiga kilometer. Artinya masih kategori jauh dan aman. "Dengan reaktor yang kami miliki, jarak satu kilometer sudah aman," katanya.
     
    Kontaminasi radioaktif ditemukan di tanah kosong dekat lapangan voli Perumahan Batan Indah, Serpong, Tangerang Selatan saat Bapeten melakukan pengujian rutin fungsi alat pemantau radioaktivitas lingkungan bergerak (mobile RDMS-MONA) pada tanggal 30-31 Januari 2020. Secara umum, nilai paparan radiasi lingkungan di daerah tersebut normal namun terjadi peningkatan atau kenaikan nilai paparan radiasi di area tanah kosong di Perumahan Batan Indah.
     
    Setelah dicek dan disisir ulang, radiasi nuklir di sana berjenis radioaktif cesium 137 dan merupakan zat tunggal. Hingga saat ini proses pembersihan di sana masih dilakukan. Kepala Biro Hukum, Humas dan Kerjasama Batan Heru Umbara mengatakan, dari hasil clean up yang telah dilakukan selama enam hari, paparan radiasi radioaktif tersebut telah berkurang 90 persen.
     
    "Angkanya (paparan radiasi) tadi mencapai 7 microsievert, dari 200 microsievert saat awal ditemukan," kata Heru di lokasi, kemarin. Heru berharap proses pembersihan dapat dilakukan tim Batan dan Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) dengan cepat untuk bisa remediasi atau pengembalian kondisi tanah seperti semula.
     
    Sementara itu, terkait dengan sembilan warga sekitar titik penemuan zat radioaktif di Perumahan Batan Indah, yang telah menjalani pemeriksaan kesehatan Heru menegaskan semua warga langsung dipulangkan setelah pemeriksaan dan dipersilahkan kembali beraktivitas seperti biasa. "Hasilnya mungkin baru bisa dipublikasi 2-3 hari ke depan," ujar Heru.
     
    Meski pemeriksaan dilakukan secara sampling pada sembilan warga, kata Heru, Batan tak menutup kemungkinan akan melakukan sejumlah tindakan medis terhadap warga Perumahan Batan Indah lainnya jika diperlukan. "Kami sudah mempersiapkan laporan terkait laporan masyarakat yang ada di sini," ujarnya.
     
    INGE KLARA SAFITRI
     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.