BPBD DKI Catat 8 Titik di Jakarta Tergenang Banjir

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi banjir. ANTARA/Iggoy el Fitra

    Ilustrasi banjir. ANTARA/Iggoy el Fitra

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat delapan titik tergenang banjir setelah hujan mengguyur Ibu Kota sejak Rabu, 19 Februari 2020. Kepala Dinas BPBD DKI Subejo menyebut delapan titik itu tersebar di Jakarta Barat, Jakarta Utara, dan Jakarta Timur.

    Ketinggian air variatif, mulai dari terendah 5 cm dan tertinggi 20 cm. Data itu merupakan kondisi hingga pukul 12.00 WIB. "Penyebab curah hujan tinggi," kata Subejo saat dikonfirmasi, Kamis, 20 Februari 2020.

    Delapan titik itu antara lain:
    Jakarta Barat:
    1. Jalan Merdeka Sari RT 012 RW 016, Kelurahan Kapuk, Cengkareng. Tinggi genangan: 10-20 cm
    2. Jalan Citra Garden 1, depan pos RW 016, Kelurahan Kalideres, Kecamatan Kalideres. Tinggi genangan: 15 cm

    Jakarta Utara:
    1. Jalan Tongkol Nomor 37 RT 008 RW 004, Kelurahan Ancol, Kelurahan Pademangan. Tinggi genangan: 10-20 cm
    2. Jalan Lodan Raya Nomor 3 RT 001 RW 007, Kelurahan Ancol, Pademangan. Tinggi genangan: 10-15 cm
    3. Jalan Boulevard Raya Nomor 6, RT 011 RW 018, Kelurahan Kepala Gading Timur, Kelapa Gading. Tinggi genangan: 5-10 cm

    Jakarta Timur:
    1. Jalan Cempaka, Pulogebang, Cakung. Tinggi genangan: 10-20 cm
    2. Jalan Panjaitan, Rawa Bunga, Jatinegara. Tinggi genangan: 5-10 cm
    3. Jalan Pedati Timur Dalam, Rawa Bunga, Jatinegara. Tinggi genangan: 5-10 cm.

    Hujan mengguyur Jakarta sejak Rabu malam, 19 Februari 2020. Hujan di Jakarta telah diprediksi oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika sebelumnya. Mereka menyatakan adanya potensi hujan disertai petir dan angin kencang dengan durasi singkat di wilayah Jakarta, pada Rabu. Secara khusus, hujan yang disertai petir dan angin kencang terjadi di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur pada Rabu siang dan sore, 19 Februari 2020.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.