Posko Corona DKI Tambah Hotline COVID-19 dari Bantuan Telkomsel

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas beraktivitas di Posko Tanggap Covid-19 Pemprov DKI di Kantor Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Selasa, 10 Maret 2020. Para petugas melayani aduan masyarakat melalui call center 112/119 terkait virus Corona. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Petugas beraktivitas di Posko Tanggap Covid-19 Pemprov DKI di Kantor Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Selasa, 10 Maret 2020. Para petugas melayani aduan masyarakat melalui call center 112/119 terkait virus Corona. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemprov DKI Jakarta gandeng Telkomsel untuk menambah layanan sambungan telepon atau hotline di call center corona atau COVID-19 setelah terima ribuan panggilan telepon.

    Ketua Tim Tanggap COVID-19 DKI Jakarta Catur Laswanto mengatakan Telkomsel memberikan bantuan 10 line untuk hotline Pemprov DKI Jakarta terkait penanganan COVID-19.

    "Semula kami punya hotline, nomornya adalah 081388376955. Kemudian berkat bantuan Telkomsel sudah menjadi 10 line," kata Catur di Balai Kota Jakarta, Kamis, 13 Maret 2020.

    Dengan tambahan ini, kata Catur, DKI Jakarta sudah memiliki nomor darurat di 112, 119 dan juga 081388376955 dengan 10 line yang diyakininya bisa melayani masyarakat dengan baik.

    "Ini sekali lagi untuk memastikan bahwa tidak ada kendala dari masyarakat manakala mereka mencari informasi terkait dengan COVID-19," tuturnya.

    Sementara itu, GM SME Sales Management West Area PT Telkomsel Hasan Kurdi mengatakan pihaknya menyerahkan 10 line ini bukan hanya nomornya saja, tapi juga sistem PABX (Private Automatic Branch eXchange) berdasarkan GSM yang disebut CloudX.

    "Jadi fungsi CloudX ini sama dengan PABX yang biasa kita pergunakan di keseharian kita di kantor-kantor. Bedanya, CloudX ini kita bisa ringing di tiga device yang berbeda, bisa difixed phone di kantor, bisa di handphonenya dan bisa juga dari laptop pengguna," ucap Hasan.

    Mereka menyiapkan 10 line tersebut, kata Hasan, ketika ada telepon masuk ke nomor yang sudah diberitakan sebelumnya, bisa ditangani secara bersamaan oleh 10 nomor sehingga diharapkan pertanyaan ataupun concern dari masyarakat yang berkaitan dengan penanggulangan COVID-19 bisa lebih cepat penjelasannya.

    "Dan kelebihannya, karena kita bentuk perangkatnya itu handphone, nanti di Posko di Dinas Kesehatan itu bisa dipegang oleh 10 agen yang mungkin dalam kondisi yang tidak harus menumpuk di satu tempat seperti kalau kita menggunakan PABX bentuknya fixed phone itu. Nah ini kita harapkan bisa membantu penanggulangan paling tidak meredam penularan yang terjadi akibat COVID-19 ini," ucapnya

    DKI Jakarta mengumumkan hingga hari Kamis, call center Posko Tanggap Virus Corona COVID-19 sudah dihubungi 3.892 orang yang mencari tahu mengenai virus asal Wuhan itu dengan ada 98 dinyatakan Orang Dalam Pantauan (ODP) dan 103 dinyatakan Pasien Dalam Pengawasan (PDP).



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.