Dampak Corona, Sopir Bus AKAP Tunda Keberangkatan Hingga Nombok

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang supir bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) Gunung Mulia beristirahat di dalam Terminal Pondok Cabe yang rusak di Jalan Kemiri, Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Banten (15/1). Meski minim fasilitas layak, Terminal Pondok Cabe mulai difungsikan sebagai pengganti Terminal Lebak Bulus. TEMPO/Subekti.

    Seorang supir bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) Gunung Mulia beristirahat di dalam Terminal Pondok Cabe yang rusak di Jalan Kemiri, Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Banten (15/1). Meski minim fasilitas layak, Terminal Pondok Cabe mulai difungsikan sebagai pengganti Terminal Lebak Bulus. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Pandemi corona ikut merontokkan pendapatan para sopir bus antar kota antar provinsi atau AKAP.

    Seorang pengemudi bus jurusan Jakarta-Yogyakarta yang tengah menunggu penumpang di Terminal Pondok Cabe mengatakan sejak virus corona merebak, penumpang sepi.

    "Kalau sebelum ada Corona ini biasanya isi penumpang dari terminal Pondok Cabe ada 21 orang, lalu kalau ada penumpang lagi saya ambil di Ciputat setelah itu langsung berangkat Yogyakarta," kata salah seorang pengemudi PO bus Murni Jaya, Suyadi, Kamis 2 April 2020.

    Menurut Suyadi sudah tiga hari terakhir penumpang di terminal Pondok Cabe mulai sepi, begitupun sebaliknya penumpang dari Yogyakarta juga sepi.

    "Harusnya memasuki bulan puasa sudah mulai ramai penumpang, nanti pertengahan puasa agak menurun kemudian menjelang lebaran penumpang kembali naik," ujarnya.

    Suyadi juga menunda keberangkatan bus yang dikemudikannya pada Rabu, 1 April 2020, karena tidak ada penumpang. Ia baru memberangkatkan busnya pada Kamis, 2 April 2020.

    "Kemarin itu harusnya bus berangkat ke Yogyakarta, tapi karena tidak ada penumpang sementara ditunda, hari ini saya nunggu ada empat penumpang dari terminal Pondok Cabe," ungkapnya.

    Dengan menunda keberangkatan bus AKAP ini, kata Suyadi, uang makan ia dan satu rekannya terpaksa nombok dengan menggunakan uang jalan yang masih tersisa.

    "Terpaksa nombok pakai uang jalan sisa kemarin, ya habis mau bagaimana, kalau penumpang full 38 seat kami juga dapat bonus tapi ini kan sepi," imbuhya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.